Lumajang

Penyandang Disabilitas Lumajang Dibekali Skill Digital, Perusahaan Diminta Buka Kesempatan

BeritaNasional.ID, LUMAJANG JATIM — Pelatihan bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Lumajang tidak lagi sekadar mengejar sertifikat. Sebanyak 16 penyandang disabilitas kini dibekali keterampilan digital agar mampu bekerja dan mandiri secara ekonomi.

Mereka mengikuti pelatihan kompetensi khusus dan kewirausahaan dengan materi *digital marketing dan video editing*, yang dinilai relevan dengan peluang ekonomi digital saat ini.

Program tersebut digelar Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lumajang, dan didukung BAZNAS RI.

Koordinator Wilayah V Jember, Budi Raharjo, S.E., M.M., mengatakan pelatihan ini menjadi yang pertama kali digelar di Lumajang.

“Spesialnya, kami laporkan pelatihan ini pertama kali di Lumajang,” ujar Budi, Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, pemilihan digital marketing dan video editing bukan tanpa alasan. Kedua bidang ini memiliki peluang kerja yang terbuka luas, baik di sektor formal maupun informal.

“Pelatihan ini bertujuan membekali kelompok difabel dengan keahlian praktis agar siap kerja di sektor formal maupun mandiri di sektor informal. Tidak hanya dilatih, tapi harus siap ditempatkan,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi respons cepat Disnaker Lumajang yang menjadi daerah paling awal merespons program ini.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Drs. Agus Triyono, M.Si., menegaskan pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan kesetaraan kesempatan bagi penyandang disabilitas.

“Ini amanah UU,” tegas Agus.

Menurutnya, tantangan terbesar justru muncul setelah pelatihan selesai. Jangan sampai peserta sudah memiliki keterampilan, namun bingung mencari pekerjaan.

“Tidak kemudian setelah dilatih, bingung untuk ditempatkan,” katanya.

Agus menilai keberhasilan program tidak boleh hanya diukur dari jumlah peserta, melainkan berapa banyak yang akhirnya bekerja, berpenghasilan, atau mampu membuka usaha mandiri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lumajang, Subechan, S.E., M.M., mengapresiasi dukungan Kemnaker dan BAZNAS. Ia berharap dunia usaha di Lumajang ikut membuka ruang bagi penyandang disabilitas yang telah terlatih.

“Kami siapkan tenaga terlatih, perusahaan yang siap menangkapnya. Dan ini harus ditangkap pula oleh perusahaan di Lumajang,” pungkas Subechan.

Kini, pekerjaan rumah bukan lagi sekadar melatih. Setelah keterampilan diberikan, harus ada jembatan yang menghubungkan peserta dengan dunia kerja.

Sebab, inklusi bukan hanya memberi kesempatan untuk belajar, tetapi memastikan kesempatan untuk bekerja juga benar-benar terbuka.

(red)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button