Nusa Tenggara Timur

Sekda Kabupaten Kupang Buka Pelatihan MBG, Soroti Stunting 39,5 Persen dan Pentingnya Edukasi Gizi Anak

Sekda Kabupaten Kupang Buka Pelatihan MBG, Soroti Stunting 39,5 Persen dan Pentingnya Edukasi Gizi Anak

BeritaNasional.ID, KUPANG – Pemerintah Kabupaten Kupang terus memperkuat upaya peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan anak melalui implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah satu langkah nyata dilakukan melalui Pelatihan Panduan Teknis Penyelenggaraan Implementasi MBG dan Edukasi Gizi Satuan Pendidikan Kabupaten Kupang yang resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kupang, Mateldius S. J. Sanam, di Hotel Neo Eltari Kupang, Selasa (20/10/2026) pagi.

Pelatihan selama tiga hari ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dalam mendukung pelaksanaan program MBG, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak.

Dalam sambutannya, Teldi menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing merupakan fondasi utama dalam mewujudkan cita-cita besar Indonesia menuju Generasi Emas 2045.

Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan pemenuhan gizi anak masih menjadi pekerjaan rumah bersama yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.

“Namun, kita tidak menutupi kenyataan bahwa tantangan gizi anak masih menjadi pekerjaan rumah bersama,” ungkapnya.

Teldi mengungkapkan, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kabupaten Kupang tercatat mencapai 39,5 persen pada 2024. Angka tersebut menjadi peringatan sekaligus dorongan bagi pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait untuk memperkuat langkah penanganan masalah gizi anak.

Menurutnya, persoalan gizi tidak hanya terbatas pada stunting, tetapi juga mencakup wasting atau kondisi anak terlalu kurus, anemia, hingga kelebihan berat badan. Berbagai persoalan tersebut membutuhkan penanganan yang terarah, berkelanjutan, dan melibatkan banyak pihak.

“Angka ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus bekerja keras dan mengambil langkah-langkah nyata, tidak hanya untuk menurunkan angka stunting, tetapi juga mengatasi masalah wasting, anemia, hingga kelebihan berat badan pada anak-anak kita,” tegasnya.

Teldi menjelaskan, Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas nasional hadir sebagai langkah strategis untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Menurutnya, program MBG tidak sekadar berorientasi pada pemberian makanan, tetapi memiliki misi yang lebih luas, yakni membangun generasi yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing pada masa depan.

Melalui program tersebut, kebutuhan gizi harian peserta didik diharapkan dapat terpenuhi sehingga kesehatan, konsentrasi, dan prestasi belajar anak di sekolah semakin meningkat.

Selain itu, integrasi edukasi gizi dan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya serta kebiasaan hidup sehat di lingkungan satuan pendidikan.

Meski demikian, Teldi mengingatkan bahwa keberhasilan program MBG sangat bergantung pada penerapan standar keamanan pangan dan tata kelola yang ketat.

Makanan yang diberikan kepada anak-anak harus aman, higienis, memenuhi ketentuan sanitasi, serta terbebas dari risiko kontaminasi yang dapat membahayakan kesehatan peserta didik.

Karena itu, setiap tenaga pendidik dan pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program perlu memahami panduan teknis agar penyelenggaraan MBG berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata.

Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan dari 44 satuan pendidikan sasaran di Kabupaten Kupang, yang terdiri atas 25 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan 19 Sekolah Dasar (SD).

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek penting dalam penyelenggaraan program MBG.

Materi pelatihan mencakup tata kelola MBG, keamanan pangan, higiene dan sanitasi, pemantauan pertumbuhan anak, pelaporan digital, serta edukasi gizi seimbang.

Materi tersebut diharapkan dapat membekali para guru dan tenaga pendidik dengan pengetahuan serta keterampilan yang memadai untuk mendukung pelaksanaan program di sekolah masing-masing.

Teldi pun meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam pemahaman bersama para narasumber dan fasilitator.

“Saya meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan aktif berdiskusi dengan para fasilitator. Pengetahuan yang diperoleh harus diterapkan di sekolah agar pelaksanaan program MBG berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi anak-anak kita,” ujarnya.

Ia berharap, pelatihan ini tidak hanya menjadi kegiatan peningkatan kapasitas, tetapi juga menghasilkan perubahan nyata dalam praktik penyelenggaraan MBG dan edukasi gizi di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Nutrition Officer UNICEF, Hai Ragalawa, yang mewakili Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Nusa Tenggara Timur (NTT), menekankan pentingnya mengintegrasikan pemberian makanan bergizi dengan edukasi gizi kepada anak-anak.

Menurutnya, anak-anak perlu memahami manfaat makanan bergizi bagi pertumbuhan, kesehatan, dan perkembangan mereka. Dengan pemahaman yang baik, anak-anak diharapkan tidak hanya menerima makanan bergizi, tetapi juga mulai membangun kebiasaan makan sehat sejak dini.

Dalam upaya tersebut, guru PAUD dan SD memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan anak-anak dalam proses pembelajaran dan pembentukan perilaku sehari-hari.

Para guru diharapkan mampu menanamkan pemahaman mengenai pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta mengenalkan beragam sumber pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.

Pemanfaatan pangan lokal menjadi salah satu aspek penting dalam edukasi gizi karena dapat membantu anak-anak mengenal berbagai bahan makanan yang tersedia di daerah mereka dan memahami manfaatnya bagi kesehatan.

Dengan demikian, pelaksanaan MBG dapat berjalan beriringan dengan pembentukan pola pikir dan kebiasaan hidup sehat di kalangan peserta didik.

Melalui kegiatan pelatihan ini, Sekda Kupang berharap para tenaga pendidik mampu berperan aktif dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus memperkuat edukasi gizi di satuan pendidikan.

Sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, tenaga pendidik, fasilitator, dan mitra pembangunan menjadi faktor penting untuk memastikan program berjalan sesuai pedoman, memperhatikan keamanan pangan, serta mendukung kebutuhan tumbuh kembang anak.

Pelaksanaan MBG yang disertai edukasi gizi diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan anak-anak di Kabupaten Kupang, sekaligus mendukung upaya penurunan masalah gizi.*

Alberto

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button