144 Warga Polman Ikuti Pelatihan Vokasi Nasional, Kemenaker Perkuat Kompetensi Tenaga Kerja Lokal

BeritaNasional.ID POLMAN– Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, terus memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program Pelatihan Vokasi Nasional yang didukung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI.
Melalui kolaborasi Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bantaeng, sebanyak 144 warga Polman mendapatkan kesempatan meningkatkan keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun merintis usaha mandiri.
Komitmen tersebut ditandai melalui kegiatan Orientasi dan Sinkronisasi Pelatihan Vokasi Nasional yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Bupati Polman, Senin (2/11/2026).
Kegiatan dibuka langsung Wakil Bupati Polman, Andi Nursami Masdar, serta dihadiri Kepala BBPVP Makassar, Nasrun Ilmullah, dan Kepala BPVP Bantaeng, Arsad.
Kepala BPVP Bantaeng, Arsad, menjelaskan bahwa pelaksanaan pelatihan vokasi di Polman telah berjalan sejak beberapa bulan terakhir dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat, termasuk kalangan pemuda.
Sejumlah program yang telah dilaksanakan di antaranya pelatihan konten kreator di Pondok Pesantren Salafiyah Parappe, pelatihan konten kreator bagi kelompok pemuda kreatif di Kecamatan Wonomulyo, serta pelatihan keterampilan menjahit bagi masyarakat.
“Pelatihan pertama kami laksanakan di Pondok Pesantren Salafiyah Parappe, yakni pelatihan konten kreator. Kemudian kami lanjutkan di Kecamatan Wonomulyo dengan menyasar kelompok pemuda kreatif.
Selain itu, ada juga pelatihan usaha menjahit di Wonomulyo,” jelas Arsad.
Ia menambahkan, pihaknya juga memberikan dukungan sebanyak 15 paket pelatihan, termasuk pelatihan operator komputer yang diperuntukkan bagi kalangan pemuda.
Menurut Arsad, seluruh peserta pelatihan yang berjumlah 144 orang merupakan warga asli Kabupaten Polewali Mandar. Hal ini menjadi bagian dari komitmen untuk memberikan akses peningkatan keterampilan secara langsung kepada masyarakat lokal.
“Jadi, pelatihan yang kita laksanakan di Polman ini diikuti 144 orang. Semuanya merupakan warga asli Kabupaten Polewali Mandar,” ungkapnya.
Arsad berharap, keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti sebatas mengikuti pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi produktif, baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun penciptaan usaha mandiri.
Ia mencontohkan keberhasilan pelatihan menjahit di Kecamatan Wonomulyo. Dari 16 peserta yang telah menyelesaikan pelatihan, seluruhnya kini mulai merintis usaha sendiri.
“Alhamdulillah, sebelumnya ada 16 orang yang mengikuti pelatihan menjahit di Wonomulyo. Setelah menyelesaikan pelatihan, semuanya sudah mulai menjalankan usaha masing-masing,” bebernya.
Sementara itu, Kepala BBPVP Makassar, Nasrun Ilmullah, mengungkapkan bahwa kolaborasi BBPVP Makassar dan BPVP Bantaeng telah menjangkau lebih banyak masyarakat Polman. Hingga 2026, tercatat sebanyak 432 warga Kabupaten Polewali Mandar telah mengikuti program pelatihan yang diselenggarakan kedua balai tersebut.
“Dan itu, anggaran program pelatihan ini bersumber dari APBN dan seluruhnya bersifat gratis,” tegas Nasrun.
Ia memastikan dukungan terhadap peningkatan kompetensi masyarakat Polman akan terus berlanjut pada 2027.
BBPVP Makassar bersama BPVP Bantaeng berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah agar program pelatihan semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia kerja.
“Insya Allah, tahun 2027 kami tetap berkomitmen untuk bersama-sama membangun masyarakat Polewali Mandar,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Wakil Bupati Polman, Andi Nursami Masdar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemenaker RI melalui BBPVP Makassar dan BPVP Bantaeng atas dukungan program pelatihan vokasi bagi masyarakat.
Menurutnya, peningkatan kompetensi dan keterampilan tenaga kerja merupakan salah satu aspek penting dalam mendorong pembangunan daerah, sekaligus memperluas kesempatan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan dan menciptakan sumber penghasilan secara mandiri.
Pemerintah Kabupaten Polman, kata dia, menyambut baik berbagai masukan dan rekomendasi dari pihak balai pelatihan untuk ditindaklanjuti dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Alhamdulillah, kami dari pemerintah daerah sangat mengapresiasi program ini. Adapun masukan-masukan dari Kepala Balai Besar, insya Allah akan kami tindak lanjuti,” tutur Andi Nursami.
Kolaborasi pemerintah pusat dan daerah melalui program pelatihan vokasi ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam menyiapkan tenaga kerja Polman yang lebih kompeten, produktif, dan berdaya saing.
Lebih dari itu, pelatihan tersebut diharapkan mampu melahirkan wirausaha-wirausaha baru sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan peserta, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Polewali Mandar.



