Pencanangan Vaksinasi Covid-19 di Brebes, Hanya 4 Orang Yang Penuhi Syarat

BeritaNasional.ID, Brebes – Program Vaksinasi Covid-19 di Brebes sudah dimulai. Bupati Brebes Idza Priyanti merupakan orang pertama yang mendapatkan Vaksin Covid-19 Sinovac yang dilaksanakan di RSUD Brebes, Senin (25/1/2021).
Dikatakan Idza, dirinya mengaku gembira dan bangga bisa mendapat suntikan Vaksin Covid-19 Sinovac. Vaksinasi adalah ikhtiar manusia untuk memerangi pandemi Covid-19.
“Dengan vaksinasi, kita bukan hanya melindungi diri sendiri namun juga keluarga dan orang lain di sekitar kita” tutur Idza.
“Awalnya, saya gagal skrining waktu pagi hari karena tensinya tinggi sehingga tidak memenuhi syarat. Namun setelah istirahat sebentar di pendopo, Alhamdulillah, tensi saya kembali normal” imbuhnya.
Pencanangan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Brebes dihadiri oleh Bupati Brebes, Wakil Bupati Brebes serta Forkopimda dan perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Dijelaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dr. Sartono, bahwa dalam rangka pencanangan dihadirkan 11 orang pejabat publik dan perwakilan masyarakat untuk vaksinasi.
Namun, dari 11 orang hadir, hanya empat orang yang berhasil di vaksin diantaranya Bupati Brebes Idza Priyanti, Wakil Bupati Brebes Narjo, Wakil Ketua DPRD Brebes Moh Rizky Ubaidillah, dan perwakilan PCNU Brebes H Ahmad Sururi.
Sementara peserta lain yang tidak memenuhi syarat diantaranya Kepala Dinas Kesehatan dr Sartono, Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto, Kepala Kejaksaan Negeri Emy Munfaridah, Ketua IDI sekaligus direktur RSUD Kabupaten Brebes dr Rasipin, Ketua IBI Uji Rahayu, Ketua PPNI Prawoto, dan Perwakilan Muhammadiyah Bagus Haryadi.
“Mereka yang gagal divaksin karena tidak memenuhi syarat kebanyakan karena tensinya diatas 140. Adapun untuk Kapolres Brebes beberapa hari yang lalu telah mendapatkan vaksin lain sehingga tidak memenuhi syarat untuk dilakukan vaksinsi covid-19″ ujar dr Sartono.
Ditambahkan pula, vaksin yang telah tiba di Brebes pada Minggu (24/1/2021) sebanyak 8.500 vial dari rencana alokasi 11.240 vial. Vaksin akan diprioritaskan tenaga kesehatan dan pejabat publik, serta selanjutnya untuk masyarakat umum.*



