Sulbar

AIM Bupati Polman Di Dampingi Ketua DPRD Jufri Mahmud Bagikan BLT

Polman.Sulbar.Beritanasional.id –Bupati Polman,  Andi Ibrahim Masdar didampingi ketua Dprd Kab Polman H.Jufri Mahmud , bersama Forkopinda lainnya , serta Kadis Pemerintahan Desa , membagikan langsung Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD). Pembagian BLT tersebut dilakukan buat dua desa yakni Desa Mombi dan Alu, di Kecamatan Alu, Selasa 19 Mei 2020, bertempat di Kantor Desa Mombi.

Bupati Polman bersama forkopinda saat pembagian BLT ( foto bernas )

Penyerahan selain dilakukan Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar, hadir pula Ketua DPRD Polman, Kapolres Polman, Kasdim dan Kajari Polman serta Para kepala Pimpinan OPD Polman. Andi Ibrahim Masdar mengatakan, pembagian BLT di Desa Mombi dan Desa Alu di Kecamatan Alu ini harus tepat sasaran dan kalau sudah ada warga yang terima BLT maka mereka tidak dapat atau berhak menerima Bantuan Sosial (Bansos) dari Kementrian Sosial (Kemensos).

BLT yang dibagikan hari ini untuk bulan April yang dicairkan di bulan Mei 2020 dengan harapan semua warga miskin yang terdampak Covid-19, bisa semua merasakan bantuan. “Mari kita berdoa bersama agar Covid-19 ini cepat berlalu, supaya kita bisa beraktifitas seperti biasa lagi,”ungkapnya usai penyerahan BLT.

Bupati Polman berharap agar masyarakat tetap patuh pada anjuran pemerintah dan tetap patuh pada protokol kesehatan agar kita terhindar dari virus korona, dan jangan lupa masyarakat tetap jaga kesehatan di rumah agar kita sentiasa terjaga kesehatannya.

Ditempat yang sama Ketua DPRD Polman, Jupri Mahmud mengatakan penyaluran ini bisa secepatnya dilakukan dan menyentuh semua masyarakat yang terdampak, sehingga mereka bisa pergunakan dalam menyambut lebaran dan kelangsungan hidupnya bisa tercukupi.

“Semoga penyaluran ini bisa tuntas sebelum lebaran agar masyarakat kita betuI-betul merasakan ” Urai Jufri.

Pembagian BLT diwarnai aksi protes oleh sejumlah warga yang memprotes pemberian BLT desa yang dinilai tidak merata dan tidak tepat sasaran.

Salah seorang warga bernama Rusmadi mengatakan, dengan adanya penyaluran BLT kepada masyarakat terdampak. Namun yang menjadi persoalan sekarang adalah, ada beberapa masyarakat yang betul-betul terdampak, namun mereka tidak mendapatkan haknya baik itu di BLT dana Desa maupun di bantuan sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Menurutnya, hal ini akan menimbulkan gejolak dimasyarakat, apalagi dalam kondisi sosial ditengah masyarakat, orang yang tidak mendapatkan bantuan ini lebih layak mendapatkan dibanding warga yang telah terdaftar dan menerima BLT desa yang ada saat sekarang ini.

“Kami tidak memprotes kepada warga penerima BLT yang telah ada, namun kami menginginkan keadilan agar warga yang belum terdaftar ini juga bisa mendapatkan haknya. Saya ingin bertanya, kira-kira solusi seperti apa yang diberikan pak Bupati sehingga masyarakat yang terdampak ini yang belum ada namanya sebagai penerima bantuan bisa mendapatkan juga haknya,” tanya warga kepada Bupati.

Menanggapi hal tersebut, AIM memberi Ultimatum keras kepada kepala desa Mombi agar secepatnya bisa menyelesaikan masalah tersebut. Bupati sempat geram dengan data dari pemerintah desa setempat yang tifak akurat.

“Jadi begini.. pak desa dengar baikbaik.. kalau dana BLT sudah turun, dan tidak cukup memenuhi kuota, alihan ke Bansos. Kalau pun Bansos tidak cukup, lapor ke Bupati nanti pribadi saya yang bantu,” kata AIM.

Ditambahkannya, permohonan maaf kepada masyarakat Polman atas keterlambatan pencairan BLT, sebab proses administrasinya tidak mudah. “BLT DD ini akan dibagikan selama 3 bulan dan per kk itu menerima Rp600 ribu. Kalau tidak cukup melalui DD, maka penerima yang berhak lainnya akan menerima bansos, dan jika itupun tidak bisa diakomodir maka bupati sendiri yang akan tambah,”tegasnya.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close