Lumajang

Akan Dilakukan Pengalihan Arus Lalu Lintas JLT Bagi Kendaraan Truk dan Bus, Begini Saran Forum Lalu Lintas Lumajang

BeritaNasional.ID, LUMAJANG JATI- Berkaitan akan dilakukan penyempitan pembangunan median jalan di jalan Lingkar Timur (JLT) di sta 6.850 (simpang 3 traffic light Tukum Lumajang yang akan di laksanakan mulai tanggal 22 Oktober 2024 sampai dengan akhir tahun 2024.

Berkaitan dengan hal tersebut maka dilakukan pengalihan kendaraan angkutan truk besar dan Bus umum untuk tidak melewati Jalan Lingkar Timur.

Nantinya, angkutan truk yang ke arah Jember melewati Jatiroto dan sebaliknya. Sedangkan Armada Bus jurusan Lumajang – Kencong – Ambulu – Jember melewati Jalan Sukarno – Hatta, Jalan Gatot Subroto – Jalan Slamet Riyadì – Jalan Panjaitan – Jalan Suwandak dan sebaliknya

Adanya pemberitahuan tersebut, Kasat Lantas AKP Mohamad Syaikhu mengatakan berdasarkan saran Kapolres pengalihan di tangguhkan.

“Saran dari Polres Lumajang perintah Kapolres nanti pengalihan dari JLT untuk kendaraan besar sementara untuk di tangguhkan dulu,” ucapnya

Dikarenakan, melihat faktor keamanan dan keselamatan pengguna jalan, jika kendaraan besar di paksa lewat Jalan Suwandak-Panjaitan itu akan mengalami kemancetan dan kepadatan arus lalulintas, serta jembatan (red: gladak merah) sudah tua dan sudah mengalami penurunan, 

“Jadi kita lihat sisi keamanan di jalan raya, keamanan dan keselamatan karena kalau di paksa kendaraan besar lewat dari Provinsi jatim jembatan ini sudah tua, kemiringan, keselamatan di jalan pasti ada kepadatan, kemancetan serta keselematan pengguna jalan jangan sampai arus di alihkan ke Suwandak dan Panjaitan nanti terjadi laka lantas,” lanjutnya

Hal tersebut, Kasatlantas telah panggil forum lalulintas untuk berdiskusi mencari solusi dan masukan, dari Hasil masukan terbaik forum lalu lintas supaya pengalihan di tunda.

“JLT akan dilakukan penyempitan, jadi kendaraan besar di larang melintas JLT. Itu kan sangat rawan sekali,” tegas Kasatlantas

Kasatlantas Polres Lumajang menghimbau, kepada pengendara yang melintasi dari Jembatan Merah maupun di seluruh jalan raya lumajang terap waspada dan taati peraturan lalu lintas.

“Mohon tetap berhati-hati karena di jalan kita sendiri karena ada orang lain juga. Maka perlu menghormati pengguna jalan lain, jangan saling terobos tetap jaga keselamatan diri sendiri. Jadi tertib di mulai dari sendiri jangan dari orang lain, kita harus tertib dulu demi keselamatan,” himbaunya

Ditempat yang sama Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Ari Hidayanto mengatakan pengalihan tersebut akan dibawa ke forum lalu lintas lebih lanjut dengan mendengarkan penjelasan dari dinas PUTR utamanya PU provinsi terkait kondisi jembatan. 

“Sementara kita akan tuangkan dalam bentuk rekomendasi dari Kabupaten. Yang jadi pertimbangan pada saat nanti JLT ini benar-benar akan di tutup. Nanti apa saja yang di tuangkan dalam rekomendasi kajian dari hasil forum lalu lintas,” ungkapnya

Sementara itu, Eko Dinas Bina Marga provinsi Jatim membenarkan akan kondisi jembatan gladak merah yang mengalami penurunan 2cm kiri arah Surabaya di karenakan transite terlalu pendek namun untuk kondisi jembatan dinilai masih bagus, 

“Jembatan gladak merah alami penurunan 2cm, kiri arah surabaya,” jelasnya

“Jembatan gladak merah itu karena transite terlalu pendek sehingga penumpukan di jambatan,” lanjut Eko 

Jika masih tetap dilakukan pengalihan jalur menurut Eko pihaknya menyampaikan perlu dilakukan pemotongan pohon sisi kiri ke arah kota lumajang sehingga tidak terjadi penyempitan. 

“Kalau memang benar-benar supaya aman tetap digunakan cuman sisi kiri ada pohon ke arah kota Lumajang perlu di potong, sehingga tidak ada pemadatan,” ujarnya (Rochim/Bernas)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button