RagamSosialSulawesi

Akibat Banyak Obat Expired, Pasien Puskesmas Mawasangka Meninggal Dunia

Puskesmas Mawasangka. Foto: Arwin
Tampak Depan Puskesmas Mawasangka. Foto: Arwin

BERITANASIONAL.ID, BUTON TENGAH – Keluarga ibu Wa Angga (almarhum) warga dusun Karya Suka, Kelurahan Watolo, Kecamatan Mawasangka, Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara (Sultra) terpaksa harus menerima kenyataan pahit karena tidak mendapatkan keterangan penyakit yang di idap oleh ibu Wa Angga.

Hal ini bermula saat Ade Irma (23) anak dari ibu Wa Angga membawa ibunya ke puskesmas Mawasangka sekira pukul 10.00 Wita.

Setibanya di Puskesmas, kemudian tenaga medis langsung melakukan penanganan. Setelah beberapa saat melakukan pengecekan kondisi pasien, pihak keluarga kemudian ditanyai beberapa masalah kesehatan.

“Oiya berapa gula darahnya ibu ini kemarin, berapa tekanan darahnya?, disitu saya jawab tidak tau karena memang tidak pernah dilakukan yang ditanyakan itu,” ucap Ade Irma saat ditemui dikediamannya yang sedang berduka, Senin (06/09/2021) sore.

Usai menjawab tidak tahu, kemudian pihak puskesmas memberikan sejumlah resep untuk membeli diapotek yang ada di Baubau.

Karena panik dengan kondisi ibunya, Irma, malah menjawab tenaga medis dengan nada yang sedikit kesal.

“Memangnya disini tidak ada obat yang dibutuhkan mama saya? Tapi dijawab ada namun sudah kadaluwarsa (expired),” katanya sambil menirukan perkataan tenaga medis.

Mengetahui obat yang disuruh hanya terdapat di Baubau, Ia kemudian berusaha untuk mencari obat yang ditulis tersebut kebeberapa apotek yang ada di Mawasangka.

Namun ditengah usahanya untuk mendapatkan obat, Irma mendapatkan telpon dari kerabatanya bahwa ibunya telah wafat.

Sontak informasi tersebut sangat membuatnya terpukul dan jatuh lemas.

Untuk mengetahui jenis penyakit yang diidap ibu Wa Angga (almarhum), kemudian pihak media coba melakukan konfirmasi kepihak puskesmas.

Namun saat berada disana (puskesmas), beberapa bidan disana tidak bisa memberikan keterangan rinci.

“Maaf pak kalau mau tahu soal yang meninggal tadi pagi itu kecuali tanya ke orang yang piket pertama, kami ini piket yang kedua. Jadi bagusnya konfirmasi ke mereka kalau mau ingin tahu,” kata salah satu bidan yang sedang piket.

Sementara itu, kepala puskesmas Mawasangka, Darni, saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsAppnya menuturkan bahwa beberapa jenis obat yang ada di puskesmas Mawasangka telah expired.

“Obat2 ini tidak ada di Puskesmas hax Ranitidin yang ada di Pusk. Tapi ini utk obat maag sj. Namun sdh exspayer. Klw obat2 injeksi yang lain di Puskesmas tidak ada. Pusk.hax menyiapkan obat2 tablet sj karena Puskesmas hax bisa menangani kasus ringan atau sedang. Jika kasusx berat Puskesmas wajib merujuk ke RS,” tulis Darni melalui WhatsAppnya.

Sementara pasien yang masuk pagi tadi (Wa Angga) masuk kepuskesmas, lanjutnya, dengan kondisi yang tak sadarkan diri.

Sehingga dilakukan upaya penanganan dengan di beri oksigen dan pemasangan kateter.

“Kapasitas Pusk.hax sebatas itu.Bedakan Puskesmas dgn Rs.Di Rs sj tidak smw obat ada.Sebenarx pasien itu sdh harus dirujuk tidak ada lagi kewenangan Pusk.utk menangani.Namun keluarga pasien menolak utk dirujuk,” sambungnya.

Diketahui, obat yang diberikan kepada keluarga ibu Wa Angga (almarhum) yang pihak puskesmas tidak bisa penuhi yakni Ranitidin, citikolin, neurobion. Ketiga jenis obat ini harus didapatkan di apotek yang ada di Baubau (Win).

Show More

Related Articles

Back to top button