Bencana Hidrometeorologi, Hamtan 439 Sekolah di Aceh Tamiang

Beritanasionl.id | ACEH TAMIANG — Berdasarkan data per tanggal 19 Desember 2025 akibat Bencana Hidrometeorologi yang dimulai dari tanggal 26 November 2025 lalu, tercatat 439 sekolah di Aceh Tamiang mengalami kerusakan.
Kerusakan tersebut terbagi atas 4 kategori masing-masing Rusak Berat (RB), Rusak Sedang (RS), Rusak Ringan (RR) dan Rusak (R).
Dari data sementara menyebutkan Rusak Berat (RB) sebanyak 73 Sekolah, Rusak Sedang (RS) sebanyak 306 Sekolah, Rusak Ringan (RR) sebanyak 60 Sekolah.
Data sekolah yang berada di naungan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan setempat, tercatat ada 410 sekolah.
Data sementara dimaksud menunjukkan sebanyak 410 unit gedung sekolah tingkat SMP, SD dan TK yang mengalami kerusakan yang diakibatkan Bencana Hidrometeorologi.
Dampak dari Bencana Hidrometeorologi dimaksud, gedung sekolah mengalami kerusakan dengan meliputi seluruh fasilitas pendukungnya pada tingkat Rusak Berat, Rusak Sedang dan Rusak Rngan. Kondisi ini berdampak pada terhentinya secara total aktifitas proses belajar mengajar, sehingga perlu diambil kebijakan pembangunan sekolah darurat.
Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang, Sepriyanto menyebutkan, pihaknya akan bekerjasama dengan Non-Governmental Organization (NGO).
“Seperti sinergi pondation kita bisa, dan save the children untuk memberikan edukasi tentang trauma hiling bagi para guru, sehingga dapat diterapkan untuk anak maupun masyarakat korban banjir,” terang Sepriyanto, Jumat (19/12/2025).
Sepriyanto juga menjelaskan ada 58 sekolah yang tidak terdampak banjir, tetap beraktifitas melakukan proses belajar mengajar sebagaimana mestinya.
“Saat ini dukungan dari pihak lain untuk melakukan pembersihan lumpur sisa material. Sangat dibutuhkan dukungan itu, sebab sebagian besar sekolah yang terdampak banjir dipenuhi material lumpur dan kayu yang tidak dapat dilakukan pembersihan secara manual,” ujar Sepriyanto.
Ia mengatakan, untuk sekolah yang mengalami kerusakan berat nantinya diwacanakan akan dilakukan sekolah darurat.
Saat ini pihaknya sedang menggalang dukungan, baik dari masyarakat, relawan dan NGO agar dapat memberikan dukungan. Tujuannya agar pendidikan di Kabupaten Aceh Tamiang tetap dapat berjalan kembali dengan segera.



