Bentengi Generasi Muda dari Hoaks, Diskominfo Kota Probolinggo Satukan Pelajar dan Media

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM, – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Probolinggo menunjukkan keseriusannya dalam membangun lingkungan informasi yang sehat dengan menggelar Workshop & Dialog Interaktif pada Senin, 15 Desember 2025.
Mengangkat tema “Sinergi Pelajar dan Media dalam Mewujudkan Ruang Informasi yang Kondusif,” acara ini diselenggarakan di Asrama Sekolah Rakyat Probolinggo, Jalan Ikan Belanak, dan diikuti oleh 100 siswa SR dari tingkat SMP hingga SMA se-Kota Probolinggo.
Kepala Diskominfo Kota Probolinggo, Lucia Aries Yulianti, menuturkan bahwa kegiatan ini adalah upaya krusial untuk membekali generasi muda dengan kemampuan dasar jurnalistik dan literasi digital. Tujuannya jelas: agar pelajar tidak mudah tertipu oleh hoaks di tengah derasnya arus informasi saat ini.
“Pelatihan ini berfokus pada teknik dasar jurnalistik, seperti reportase, storytelling, hingga pengenalan jurnalisme investigasi. Kami ingin melahirkan jurnalis muda yang kreatif, kritis, dan bertanggung jawab,” ujar Lucia.
Acara ini melibatkan langsung Jurnalis Kota Probolinggo (JISPRO) sebagai perwakilan media profesional.
Ketua Jurnalis Kota Probolinggo (JISPRO) Dandy, memotivasi para peserta agar memanfaatkan forum tersebut untuk memperkaya wawasan.
“Dialog ini membahas isu penting, mulai dari maraknya hoaks, peran media sosial, etika pers, hingga fungsi jurnalisme sebagai kontrol sosial dan penjaga transparansi dalam demokrasi,” jelas Dandy.
Mayor kav. Edy Sunyoto perwira penghubung Kodim 0820 Probolinggo yang mewakili Dandim menegaskan, pelajar adalah agen perubahan yang krusial. Sinergi ini berarti pelajar memanfaatkan media untuk meningkatkan pemahaman dan literasi, sementara media bertanggung jawab menyediakan ruang interaktif dan konten yang mendidik,” tegas Mayor Edi.
Asisten Pemerintahan Kota Probolinggo, Budiono Wirawan, menyimpulkan bahwa tingginya kebutuhan akan informasi yang akurat dan terpercaya hanya bisa terpenuhi jika ada kolaborasi solid antara pelajar dan media.
Tujuan utama sinergi ini, menurutnya, adalah: Menciptakan ruang informasi yang nyaman (kondusif). Meningkatkan pemahaman tentang media (literasi media). Mencegah penyebaran berita bohong (hoaks). Memajukan nilai-nilai positif di masyarakat.
“Kegiatan Diskominfo ini menegaskan bahwa di era post-truth (saat emosi lebih dominan daripada fakta), literasi media dan kerja sama antara pelajar serta pers adalah fondasi utama untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, seimbang, dan dapat dipercaya,” pungkas Budiono.
Diharapkan, pelajar dapat menjadi garis depan yang sigap menangkis disinformasi dan menjaga ruang informasi di masyarakat tetap positif dan nyaman.
(Yul/Bernas)



