BondowosoDaerahHeadlineJawa Timur

Bertani dan Berbisnis Kopi di Bondowoso Prospeknya Bagus

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Kekompakan Exekutif dan Legislatif mengembalikan Bondowoso menjadi Bondowoso Republik Kopi membuahkan hasil. Kini harga kopi naik signifikan walaupun cuaca belum mendukung.

Akibat cuaca buruk dengan curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan produksi kopi jenis arabika menurun hingga 50-60% dibanding tahun sebelumnya. Seharusnya, ketika kopi berbunga tidak bersamaan dengan musim hujan.

Padahal tahun ini, hasil jerih payah Pemkab Bondowoso mereborn kembali Bondowoso Republik Kopi –BRK- harga dan permintaan kopi terus meningkat. Baik di pasar dalam negeri maupun luar negerai.

Andi Wijaya, Owner Java Raung Coffee sekaligus prosesor kopi di Desa Sukosari Lor, Kecamatan Sukosari, mengatakan hujan yang terus mengguyur Bondowoso, menjadi faktor utama penyebab anjloknya produksi kopi.

“Ketika terjadi pembungaan, hujan mengguyur Bondowoso. Aibatnya produksi kopi turung drastic berkisar 50 hingga 60%. Padahal permintaan pasar dan harga cukkup tinggi, baik pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri,” jelasnya.

Salah satu kebun saya, lanjutnya, tahun lalu menghasilkan 25 ton kopi, tapi tahun ini merosot tajam hanya sekitar 10 ton saja. Sementara, tahun ini harga kopi naik antara Rp2 ribu hingga Rp 3 ribu/kilogram.

Harga cherry kopi pada musim panen tahun ini berada di kisaran Rp22.000–Rp25.000 per kilogram, sedangkan green bean dipasarkan dengan harga Rp175.000–Rp185.000 per kilogram. Untuk pasar komersial, cherry kopi dengan komposisi sekitar 75 persen petik merah dan 25 persen petik hijau dibeli dengan harga Rp22.000–Rp23.000 per kilogram.

Untuk pasar specialty coffee, Java Raung Coffee membeli cherry dengan tingkat kematangan mencapai 95 persen petik merah dihargai lebih tinggi, yaitu sekitar Rp25.000–Rp26.000 per kilogram.

Tahun ini, sekitar 300–400 ton cherry kopi dari para petani terjual. Dengan rendemen sekitar 14–15 persen. Jumlah tersebut diproyeksikan menghasilkan hampir 80 ton green bean yang akan disimpan dan dipasarkan.

“Dengan produksi tersebut, omzet usaha kami, kurang lebih mencapai Rp8 sampai Rp9 miliar per tahun. Prospek pasar kopi Bondowoso masih sangat menjanjikan. Permintaan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun,” ujarnya.

 

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button