BondowosoDaerahJawa Timur

Bondowoso Berhasil Ciptakan Beras Sintanur Lembah Raung

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Pemerintah Kabupaten Bondowoso siap menjadi salah satu daerah percontohan pengembangan pertanian modern berbasis teknologi sekaligus memperkuat kontribusi terhadap program swasembada pangan nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid, saat menerima kunjungan perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia.

Di hadapan seluruh undangan, Bupati memaparkan berbagai potensi, capaian, hingga kebutuhan sektor pertanian Bondowoso. Menurutnya, kabupaten yang dikenal sebagai daerah agraris itu memiliki luas lahan pertanian mencapai 35.093 hektare dengan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) seluas 45.000 hektare.

Kondisi geografis dataran tinggi yang subur dan iklim yang baik, Bondowoso menjadi salah satu lumbung pangan di Jawa Timur. Sepanjang tahun 2025, produksi padi Bondowoso mencapai 600 ribu ton.

Kondisi ini Bondowoso merupakan daerah yang mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional. “Besarnya produksi beras merupakan hasil kerja keras para petani, penyuluh pertanian lapangan, serta dukungan berbagai pihak yang terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian di Bondowoso,” ujar Ra Hamid, sapaannya.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga terus mengembangkan sistem pertanian yang ramah lingkungan. Saat ini, kawasan pertanian organik telah mencapai sekitar 230 hektare yang tersebar di Desa Sulek, Desa Lombok Kulon, dan Desa Gadingsari.

Kawasan tersebut difokuskan pada pengembangan beras organik yang memiliki kualitas tinggi, aman dikonsumsi, sekaligus bernilai ekonomi lebih tinggi bagi petani. Bondowoso juga memproduksi Beras Sintanur Lembah Raung (BSRL).

Pada tahun 2025 BSRL mendapat pengakuan dari Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG). Pengakuan tersebut berupa keunikan aroma, cita rasa, serta kualitas beras yang berasal dari kawasan vulkanik Lembah Raung.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menjelaskan bahwa petani Bondowoso telah lama menerapkan sistem Tanam Benih Langsung (Tabela) yang terbukti mampu menekan biaya produksi, mempercepat masa tanam, dan meningkatkan hasil panen. (Syamsul Arifin/Bernas)

 

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button