Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso Pilih Tidak Menggunakan Mobdin Baru

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Bupati Bondowoso, KH. Abdul Wahed, MAg dan Wakil Bupati Ra As’ad Yahya Syafi’i, SE tidak akan menggunakan Mobil Dinas (Mobdin) baru dalam menjalankan tugasnya.
Hal ini dilakukan, karena Pemerintah Pusat menginstruksikan kepada seluruh Pemkab, Pemkot, dan Pemprov se-Indonesia, agar melakukan efisiensi anggaran, termasuk Pemkab Bondowoso. Walaupun sebelumnya sudah dianggarkan oleh Pemkab.
Ra Hamid dan Ra As’ad, sapaannya, mengatakan, langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen terhadap warga Bondowoso yang akan lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi.
“Banyak sector yang membutuhkan anggaran, seperti dana insentif BPJS, Tenaga Kesehatan (Nakes), bantuan honor untuk guru ngaji,” kata Bupati Ra Hamid pada beritanasional.id, Jumat (4/3/2025).
Disamping itu, lanjutnya, ada kegiatan vital yang lebih membutuhkan anggaran, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Tiga sector ini merupakan kebutuhan dasar warga Bondowoso yang harus diprioritaskan.
Ditambahkan, dalam kepemimpinannya bersama Ra As’ad di Pemkab Bondowoso, setiap anggaran yang dikeluarkan harus bermanfaat bagi warga. Artinya tidak boleh ada pemborosan anggaran, tidak boleh ada anggaran yang tidak jelas manfaatnya.
Ra Hamid tidak hanya melakukan efisiensi anggaran terhadap pengadaan Mobdin Bupati, Wabup, Isteri Bupati, dan Isteri Wabup saja, tapi juga terhadap seluruh anggaran Pemkab yang tidak terlalu urgen.
“Kami akan mengecek secara detail anggaran yang akan dikeluarkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kalau ditemukan ada anggaran tidak efekti dan tidak produktif, maka akan kami alihkan pada program yang pro-rakyat,” jelasnya.
Tehnis ini kami lakukan, lanjutnya, dalam rangka mengimplementasikan VISI Bondowoso BERKAH, yaitu mewujudkan Bondowoso Tangguh, Unggul, Berdaya Saing Global, Berbudaya dalam bingkai keimanan dan ketaqwaan. (Syamsul Arifin/Bernas)



