DaerahHeadlineJawa TimurRagamSitubondo

Dandim Situbondo Perkuat Sinergi Dengan Insan Pers Lewat “Ngopi Bareng” dan Dialog Terbuka Soal KDMP

BeritaNasional.id, SITUBONDO – Komandan Kodim (Dandim) 0823/Situbondo, Letkol Inf Ferry Ardian, menegaskan pentingnya sinergi antara TNI dan insan pers dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan menyejukkan bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan “Ngopi Bareng Bersama Awak Media Situbondo” yang digelar di Makodim 0823/Situbondo. Kegiatan bertema “Sinergitas TNI dan Media dalam Membangun Informasi yang Positif untuk Masyarakat” ini diikuti sekitar 35 peserta dari unsur TNI, wartawan, pemerintah desa, hingga perwakilan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Sabtu (30/5/2026).

Dalam sambutannya, Ferry menekankan bahwa komunikasi terbuka dan kolaboratif menjadi kunci menjaga stabilitas wilayah. Menurut dia, media memiliki peran strategis tidak hanya dalam menyampaikan informasi, tetapi juga menangkal hoaks yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.

“Koordinasi dan komunikasi yang baik sangat penting untuk menyamakan persepsi serta menghadirkan informasi yang benar kepada masyarakat. Kami membuka ruang komunikasi seluas-luasnya kepada rekan-rekan media,” ujar Ferry.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdim 0823/Situbondo Mayor Kav Aan Jauhari, Ws. Danunit Intel Kodim Peltu Kartika Yuliawan, jajaran Babinsa, serta perwakilan Pemerintah Desa Paowan.

Selain mempererat hubungan kemitraan, forum dialog ini juga membahas sejumlah isu strategis daerah, termasuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Situbondo. Salah satu yang menjadi sorotan adalah percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai penggerak ekonomi rakyat.

Ferry mengungkapkan, hingga 30 Mei 2026, pembangunan KDMP di Situbondo telah mencapai 67 titik. Dari jumlah tersebut, 34 titik telah selesai 100 persen, sementara 33 lainnya masih dalam tahap pembangunan.

“Target dari pusat sebanyak 74 titik hingga Agustus mendatang. Artinya, masih ada kekurangan tujuh titik yang harus kita kejar dalam waktu dua bulan ke depan,” kata dia.

Namun demikian, ia mengakui terdapat sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait ketersediaan lahan. Sebagian besar tanah kas desa di Situbondo berada di lahan sawah dilindungi (LSD) yang membutuhkan proses panjang untuk alih fungsi.

Selain itu, terdapat sekitar 46 desa yang belum memiliki tanah kas desa, sehingga memerlukan solusi kolaboratif dari berbagai pihak, baik melalui penyediaan lahan maupun skema tukar guling.

“Ini perlu kolaborasi semua stakeholder. Baik untuk pengurusan alih fungsi lahan maupun penyediaan lahan bagi desa yang belum memiliki tanah kas desa,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi unik di sejumlah wilayah, di mana tanah kas desa justru berada di lokasi berbeda dengan wilayah administratif desa tersebut, sehingga membutuhkan penataan lebih lanjut.

Untuk wilayah kelurahan, dari empat kelurahan yang ditargetkan, dua di antaranya telah rampung dibangun, sementara dua lainnya masih dalam proses pencarian lahan.

Ferry menegaskan, keberadaan KDMP diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara signifikan. Ia menyebut koperasi tersebut dibangun dari, oleh, dan untuk masyarakat desa.

“Anggota koperasi adalah masyarakat itu sendiri. Jadi manfaatnya akan kembali ke masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan,” kata dia.

Melalui kegiatan ini, Kodim 0823/Situbondo bersama insan pers berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menyajikan informasi yang objektif dan bermanfaat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung stabilitas keamanan sekaligus mempercepat pembangunan di Kabupaten Situbondo.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button