DaerahHeadlineJawa TimurNasionalSitubondoTNI Dan Polri

Remaja di Situbondo Dianiaya Pria Ngaku Oknum TNI, Aksi Brutal Terekam Kamera

BeritaNasional.id, SITUBONDO – Seorang remaja berinisial BN (19), warga Kelurahan Dawuhan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menjadi korban dugaan penganiayaan yang dilakukan seorang pria yang mengaku sebagai oknum TNI. Peristiwa tersebut terjadi di rumah korban pada Sabtu (30/5/2016) sekitar pukul 13.00 WIB dan sempat terekam kamera oleh saksi.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pelaku berinisial ND datang seorang diri ke rumah korban. Ia masuk melalui pintu garasi dan menuju ruang keluarga. Setibanya di dalam, pelaku langsung menutup dan mengunci pintu dari dalam.

Tanpa banyak bicara, pelaku menuduh korban telah merebut pacarnya. Situasi pun dengan cepat memanas. Pelaku kemudian melayangkan tendangan ke arah tubuh korban, sebelum mengeluarkan sebuah selang yang diduga telah disiapkan sebelumnya dari balik pakaiannya.

Selang tersebut digunakan untuk menyabet tubuh korban berulang kali secara brutal. Aksi kekerasan itu berlangsung di dalam rumah saat korban bersama dua temannya.

Salah satu teman korban yang berada di lantai dua rumah sempat merekam kejadian tersebut secara diam-diam sambil bersembunyi. Sementara satu teman lainnya yang berada di lokasi hanya bisa menyaksikan tanpa mampu berbuat banyak karena ketakutan.

“Ada tiga orang di dalam rumah, anak saya dan dua temannya. Satu orang di lantai atas merekam sambil sembunyi, satu lagi hanya bisa melihat karena takut saat pemukulan terjadi,” ujar ayah korban, Hafid Junaidi, saat ditemui.

Setelah melakukan penganiayaan, pelaku langsung meninggalkan lokasi kejadian. Akibat insiden tersebut, BN mengalami luka memar di sejumlah bagian tubuh akibat sabetan selang.

Tak terima dengan kejadian itu, Hafid Junaidi melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Situbondo pada malam harinya. Ia berharap pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap pelaku.

“Saya tidak tahu apakah pelaku benar oknum TNI atau bukan. Saya berharap polisi segera menangkap pelaku dan kami menginginkan hukuman yang seberat-beratnya,” kata Hafid kepada wartawan.

Sementara itu, saat berada di Mapolres Situbondo untuk memberikan keterangan, korban BN terlihat mengalami trauma dan ketakutan ketika dimintai keterangan oleh petugas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas pelaku serta motif pasti di balik aksi penganiayaan tersebut. Polisi juga tengah mendalami rekaman video yang menjadi salah satu bukti penting dalam kasus ini.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button