Jawa TimurNasionalSitubondo

Dari Limbah Jadi Cuan, Pemuda Situbondo Sulap Kepala Udang dan Cangkang Kepiting Jadi Produk Ekspor

BeritaNasional.id, SITUBONDO – Limbah seafood seperti kepala udang, cangkang kepiting, hingga kulit rajungan yang biasanya hanya jadi sumber bau dan pencemar lingkungan, kini justru jadi komoditas bernilai ekspor tinggi berkat tangan dingin seorang pemuda Situbondo.

Adalah Hasan Basri, warga Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, yang berhasil mengubah limbah-limbah itu menjadi produk bernama Chitin dan turunannya, yaitu asam amino serta kalsium klorat dan protein. Produk-produk inilah yang kini sangat diminati pasar luar negeri seperti China dan Jepang.
Hasan menunjukkan produk hasíl turunan dari chitin yang berawal dari limbah

“Limbah kepala udang, kulit udang, cangkang kepiting dan rajungan kita proses menjadi Chitin. Lalu kita olah lagi menjadi asam amino untuk pupuk organik dan kalsium klorat sebagai aditif beton dan protein untuk pakan ternak,” kata Hasan Basri, Direktur CV HW Marine, Jumat (18/7/2025).

Hasan menambahkan, pihaknya juga menerima pesanan kapsul Chitosan dari Petrokimia. Chitosan sendiri berfungsi mengikat nitrogen dalam pupuk agar lebih efektif diserap tanaman. “Kita ingin zero waste, tidak ada limbah yang terbuang,” ujarnya optimis.

Tak hanya itu, produk hasil racikan Hasan sudah diuji di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan mulai dilirik oleh sejumlah perusahaan besar seperti Petrokimia dan Kimia Farma. Sayangnya, mimpi besar itu belum sepenuhnya terealisasi akibat kendala izin edar.

“Saya berharap Bupati Situbondo bisa bantu cari solusi agar produk ini bisa go nasional dan internasional. Potensinya besar, tinggal selangkah lagi,” harapnya.

Hasan juga membuka pintu bagi para petani lokal yang ingin membeli asam amino buatannya. Ia memastikan harganya jauh lebih terjangkau dibanding produk pabrikan lainnya. “Asam amino ini penting untuk pertumbuhan, ketahanan, dan kualitas hasil panen tanaman. Petani Situbondo harus bisa merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

(Bersambung)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button