Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Geofisika UNHAS Kunjungi Proyek Seismik 3D Tosora

BeritaNasional.ID WAJO SULSEL– Sebanyak 40 mahasiswa Jurusan Geofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Hasanuddin (UNHAS) yang tergabung dalam Society of Petroleum Engineers (SPE) melakukan kunjungan lapangan ke lokasi operasi Seismik 3D Tosora yang dikelola oleh Energy Equity Epic Sengkang (Pty. Ltd.), pada 27–28 Januari 2026.
Kegiatan ini dikemas dalam SPE Field Trip bertajuk “3D Reflection Seismic Survey at Energy Equity Epic Sengkang” dan bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa pada lanskap bisnis serta aktivitas industri minyak dan gas bumi, khususnya penerapan metode seismik refleksi 3D dalam kegiatan eksplorasi.
Melalui kunjungan lapangan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman langsung mengenai sistem operasional industri migas, mulai dari tahapan persiapan dan akuisisi data, pengendalian mutu (quality control/QC), proses perekaman data, hingga keterkaitannya dengan kegiatan pemboran dan logging.
Kegiatan ini juga menegaskan peran seismik refleksi dalam mengurangi ketidakpastian serta mendukung pengambilan keputusan pemboran yang lebih aman, sekaligus membuka wawasan mahasiswa terhadap peluang karier di sektor eksplorasi dan produksi migas.
Rombongan mahasiswa didampingi oleh dosen pembimbing, yakni Sabrianto Aswad, S.Si., M.T., Syamsuddin, S.Si., M.T., dan Dr. Muhammad Taufiq Rafie, S.Si., M.T. Setibanya di lokasi, rombongan diterima langsung di Basecamp PT GSI oleh Operation Geophysic Energy Equity Epic Sengkang, Hasbullah.
Dalam sambutannya, Hasbullah yang juga merupakan alumni Teknik Geofisika UNHAS menyambut baik kunjungan tersebut.
Ia menilai kegiatan ini sebagai kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk menyaksikan secara langsung operasi seismik di lapangan, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan.
Sementara itu, dosen pendamping Sabrianto Aswad menyampaikan apresiasi kepada Energy Equity Epic Sengkang dan PT GSI atas kesempatan yang diberikan.
Menurutnya, kunjungan lapangan ini menjadi sarana penting untuk mengonfirmasi dan memvalidasi teori yang selama ini dipelajari di bangku kuliah dengan praktik nyata di lapangan.
Usai penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi parameter test di Desa Lagosi, di mana mahasiswa dapat menyaksikan secara langsung proses perekaman (recording) dari sumber getar seismik.
Menanggapi isu yang berkembang di masyarakat terkait potensi likuifaksi akibat getaran seismik, Dr. Muhammad Taufiq Rafie menegaskan bahwa kedua hal tersebut tidak berkaitan.
Ia menjelaskan bahwa likuifaksi merupakan proses geologi akibat guncangan gempa kuat dan berulang dalam waktu lama, sementara getaran seismik dalam kegiatan survei bersifat terukur, terkendali, dan tidak berlangsung secara terus-menerus.
Selain itu, likuifaksi juga dipengaruhi oleh kondisi tanah dengan kepadatan rendah yang memungkinkan partikel tanah bergerak bebas.
Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan Field Trip ini diisi dengan berbagai rangkaian aktivitas, mulai dari kunjungan ke lokasi pemasangan sumber getar, pengamatan proses pembentangan kabel, hingga observasi kegiatan perekaman data di mobil laboratorium (mobil labo).



