Dindikbud Rilis Laporan Dapodik 2024: Gambaran Lengkap Dinamika Pendidikan di Kabupaten Lumajang

BeritaNasional.ID, LUMAJANG JATIM- Dindikbud Lumajang Rilis Laporan Tahunan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tahun 2024 yang menggambarkan perkembangan sektor pendidikan di Kabupaten Lumajang dengan berbagai dinamika yang terjadi. Dari sisi jumlah lembaga pendidikan negeri, angka menunjukkan stabilitas pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD), di mana jumlah lembaga PAUD tetap di kisaran 954 unit dan SD sebanyak 33 unit pada tahun 2024. berdasarkan data dapodik tahun 2024 yang di sahkan Mei 2025.
Namun, di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), terjadi peningkatan lembaga dari 74 unit pada 2023 menjadi 78 unit pada tahun 2024. Kenaikan ini menunjukkan fokus pengembangan pendidikan menengah yang lebih luas demi menjangkau lebih banyak pelajar, Jumlah siswa menunjukkan pola yang beragam pada berbagai jenjang. Pada jenjang PAUD Negeri, terdapat kenaikan siswa dari 465 pada 2022 menjadi 554 siswa pada tahun 2024.
Sementara itu, PAUD Swasta mengalami penurunan dari 34.281 siswa pada 2022 menjadi 33.076 siswa pada 2024. Di tingkat SD Negeri, jumlah siswa menurun dari 61.141 pada 2022 menjadi 58.322 siswa pada 2024, sedangkan siswa SD Swasta justru meningkat dari 5.606 pada 2022 menjadi 6.051 siswa pada 2024. Jenjang SMP juga memperlihatkan tren berbeda, di mana siswa SMP Negeri menurun dari 21.343 pada 2022 menjadi 21.274 pada 2024, sementara siswa SMP Swasta naik dari 6.830 pada 2022 menjadi 7.720 pada 2024.
Isu penting yang muncul adalah penurunan jumlah tenaga pendidik di lembaga negeri. Jumlah guru di sekolah negeri berkurang dari 4.647 pada 2022 menjadi 4.326 guru pada 2024. Penurunan ini bukan akibat pengurangan anggaran, tetapi karena faktor struktural seperti banyaknya guru yang telah memasuki usia pensiun dan belum adanya formasi calon Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersedia sebagai pengganti.
Jumlah kepala sekolah di lembaga negeri juga mengalami penurunan dari 584 pada 2022 menjadi 522 pada 2024. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kekurangan tenaga pengajar dan pimpinan sekolah, sehingga perlu penanganan strategis segera.
Distribusi lembaga pendidikan dan jumlah siswa masih terkonsentrasi di kecamatan tertentu, terutama Kecamatan Lumajang yang memiliki jumlah lembaga dan siswa terbanyak. Kecamatan ini juga menjadi pusat konsentrasi lembaga swasta terbanyak, diikuti oleh Kecamatan Pasirian. Sebaliknya, kecamatan-kecamatan dengan wilayah luas dan akses terbatas seperti Tekung dan Sumbersuko memiliki jumlah lembaga dan siswa yang lebih sedikit. Ini mengindikasikan perlunya program khusus untuk meningkatkan pemerataan pendidikan di wilayah terpencil.
Peran pendidikan swasta semakin menonjol di Kabupaten Lumajang, terutama di jenjang SD dan SMP, dengan peningkatan jumlah siswa dan kepala sekolah swasta yang signifikan. Jumlah kepala sekolah swasta meningkat dari 1.075 pada 2022 menjadi 1.088 pada 2024. Fenomena ini membuka peluang kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta untuk meningkatkan mutu dan akses pendidikan secara merata.
“Peluang pengembangan pendidikan berbasis integrasi budaya dan lingkungan juga semakin penting. Contohnya, kegiatan pelestarian budaya dan lingkungan di Situs Selogending yang menggabungkan edukasi budaya masyarakat Tengger dengan aksi pelestarian lingkungan bisa menjadi model pengembangan pendidikan holistik di Lumajang,” ujar kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Lumajang
Secara keseluruhan, data Dapodik 2024 menyediakan basis penting bagi pengambilan kebijakan pendidikan di Lumajang. Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan perlu fokus pada pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas tenaga pengajar dengan membuka formasi ASN baru, dan pengembangan pendidikan yang mengintegrasikan nilai budaya dan pelestarian lingkungan. Dengan sinergi yang baik, sektor pendidikan di Lumajang berpotensi maju dan memberi kontribusi signifikan pada pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (Rochim/Bernas)



