Jember

Diskominfo Jember Geber Kelas Jurnalistik, Sasar Siswa SMP dan SMA

 

BeritaNasional, JEMBER – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember, Jawa Timur, terus menggeber program Kelas Jurnalistik Pelajar dengan menyasar siswa tingkat SMP dan SMA di berbagai wilayah Jember. Program yang berjalan sejak 2025 itu menjadi salah satu upaya pemerintah daerah memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar.

Melalui program tersebut, para siswa tidak hanya belajar teknik dasar penulisan berita, tetapi juga fotografi jurnalistik hingga praktik publikasi karya melalui kanal khusus “Jurnalis Pelajar” yang disediakan Diskominfo Jember.

Kepala Bidang Layanan Media dan Komunikasi Publik Diskominfo Jember, Sandy Cahyono, mengatakan program itu dirancang untuk mendorong kemampuan literasi pelajar melalui praktik jurnalistik yang aplikatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

“Respons sekolah dan siswa cukup bagus. Bahkan beberapa sekolah sudah memiliki ekstrakurikuler jurnalistik,” kata Sandy, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/5/2026).

Pada 2025, kata dia, program tersebut menjangkau 20 lembaga pendidikan tingkat SMP dan SMA. Memasuki 2026, Diskominfo Jember kembali melanjutkan pelatihan serupa dengan target 20 sekolah tambahan.

Setiap sekolah mendapatkan satu kali pelatihan yang berfokus pada teknik penulisan straight news dan fotografi jurnalistik. Dalam pelatihan itu, siswa diperkenalkan pada unsur dasar penulisan berita 5W+1H serta praktik membuat berita secara langsung.

Menurut Sandy, sebagian materi penulisan berita sebenarnya telah dipelajari siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Namun, pelatihan jurnalistik memberi pengalaman berbeda karena siswa dapat langsung mempraktikkan teknik penulisan dan memperoleh evaluasi dari pemateri.

“Pelajar mengaku senang kalau tulisannya dimuat di website Diskominfo, karena menjadi kebanggaan tersendiri. Kalau hanya tampil di website sekolah mungkin sudah biasa,” ujarnya.

Diskominfo Jember juga membuka ruang lanjutan bagi peserta pelatihan untuk terus berkarya melalui kanal “Jurnalis Pelajar”. Kanal tersebut menjadi wadah publikasi karya siswa, sekaligus ruang belajar berkelanjutan bagi pelajar yang tertarik pada dunia jurnalistik.

Di tengah derasnya arus informasi digital dan media sosial, program itu dinilai tidak sekadar mengajarkan keterampilan teknis menulis berita. Pelajar juga dilatih berpikir kritis, memahami fakta, dan menyusun informasi secara runtut.

Terlebih, pada praktiknya nanti, para pelajar juga diminta menulis berita di luar kegiatan sekolah. Seperti penanganan stunting, progress pembangunan di wilayah mereka tinggal, hingga kegiatan budaya dan potensi pariwisata. Namun, sebelum berita yang dikirim tayang, naskah tersebut harus melalui kurasi dari petugas diskominfo. Jika layak, akan dipublikasikan.

Lebih lanjut Sandy menambahkan, sejumlah peserta ada yang telah menunjukkan kemampuan menulis yang cukup baik meski sekolah mereka belum memiliki ekstrakurikuler jurnalistik.

“Ada beberapa peserta yang kemampuan menulisnya sudah bagus, tetapi sekolahnya belum punya ekskul jurnalistik. Ini bisa menjadi peluang untuk membentuk ekskul dengan dukungan sekolah,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Diskominfo Jember berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk jenjang SMP dan Cabang Dinas Pendidikan wilayah setempat untuk tingkat SMA. Dari koordinasi tersebut, instansi terkait memberikan rekomendasi sekolah yang dinilai siap mengikuti pelatihan.

Antusiasme sekolah terhadap program itu juga terus meningkat. Dari target 20 lembaga pendidikan pada 2026, terdapat tambahan enam sekolah tingkat SMP yang turut mengajukan permohonan mengikuti pelatihan jurnalistik tersebut. “Kalau anggarannya memungkinkan, akan kami tuntaskan juga,” ujar Sandy.

SMP Negeri 3 Puger menjadi salah satu sekolah yang mengikuti program tersebut. Pelatihan digelar di sekolah yang berada di kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS), Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, pada Selasa, 5 Mei 2026. Sebanyak 22 peserta mengikuti kegiatan itu, terdiri atas 20 siswa dan dua guru pendamping.

Kepala SMP Negeri 3 Puger, Mohamad Solikin, menilai program tersebut memberi dampak positif terhadap penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah.

“Program Kelas Jurnalistik Pelajar yang digagas Diskominfo Jember ini sangat positif dan bermanfaat bagi siswa. Kami menyambut baik kegiatan tersebut karena mampu mendorong budaya literasi, keberanian menyampaikan gagasan, serta kemampuan berpikir kritis di kalangan pelajar,” kata Solikin.

Ia mengatakan, para siswa terlihat antusias mengikuti pelatihan karena tidak hanya menerima teori, tetapi juga praktik langsung membuat karya jurnalistik sederhana.

“Anak-anak tampak senang karena tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung menulis berita dengan pendampingan dari pemateri. Ini menjadi pengalaman baru yang menarik bagi mereka,” ujarnya.

Menurut Solikin, kemampuan memilah dan menyampaikan informasi secara benar menjadi kebutuhan penting bagi pelajar di era digital. Karena itu, ia berharap program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di Jember.

“Di era digital seperti sekarang, kemampuan memilah informasi dan menyampaikan informasi yang benar menjadi hal penting. Kami berharap pelatihan seperti ini bisa terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak sekolah,” tuturnya. (rus)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button