HeadlineJawa TimurNasionalRagam

Situbondo Jadi Sentra Industri Rumput Laut Terbesar di Indonesia, Inilah Sosok Yang Berhasil Gaet Investor Asing

BeritaNasional.id, SITUBONDO – Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, kini menjelma sebagai salah satu pusat industri pengolahan rumput laut terbesar di Indonesia. Meski sebagian besar warganya bukan petani rumput laut, daerah ini justru menjadi sentra produksi olahan seperti tepung agar-agar dan karagenan yang memasok kebutuhan nasional hingga ekspor.

Keberhasilan ini tak lepas dari peran seorang pengusaha, Liauw Willy Wijaya atau yang akrab disapa Pak Willy. Ia dikenal sebagai komisaris di sejumlah perusahaan, termasuk PT Budidaya Tampora di Kecamatan Banyuglugur, yang berkontribusi besar dalam menarik investor asing ke Situbondo.

“Sebenarnya Situbondo ini potensinya luar biasa, mulai dari sektor perikanan, kelautan, pelabuhan, hingga pertambangan. Tenaga kerjanya juga mumpuni dan pekerja keras,” ujar Willy saat ditemui awak media.

Menurut Willy, dirinya telah membawa sedikitnya lima perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) untuk berinvestasi di Situbondo. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di bidang pengolahan rumput laut, antara lain PT Hong Xin, PT Yu Xin, PT Fuyuan, PT Green One, dan PT Liva.

“Sekarang Situbondo menjadi pusat produksi rumput laut terbesar di Indonesia. Banyak yang belum tahu, bahan bakunya didatangkan dari berbagai daerah seperti Kalimantan, NTT, dan NTB, lalu diproduksi di sini,” jelasnya.

Keberadaan pabrik-pabrik tersebut turut memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Ribuan warga kini bekerja di sektor industri ini, dengan masing-masing pabrik mampu menyerap ratusan tenaga kerja.

Selain industri rumput laut, Willy juga mengembangkan usaha lain, seperti pengolahan limbah udang menjadi kitosan untuk bahan suplemen kapsul. Ia juga tengah mengurus izin penambangan pasir besi yang diperkirakan memiliki cadangan hingga 200 juta ton di wilayah pesisir Situbondo.

Tak hanya itu, melalui PT Budidaya Tampora, Willy berencana membangun kawasan industri terpadu di Banyuglugur seluas sekitar 30 hektare. Kawasan tersebut nantinya akan dilengkapi dengan pelabuhan khusus dan diproyeksikan mampu menyerap hingga 3.000 tenaga kerja.

“Rencana ini sebenarnya sudah ada sejak 2020, tapi tertunda karena pandemi Covid-19 dan beberapa kendala seperti sengketa lahan. Harapannya bisa segera terealisasi tahun ini atau tahun depan,” katanya.

Namun demikian, Willy mengaku masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya gangguan dari oknum yang mengatasnamakan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

“Kami berharap pemerintah daerah bisa membantu memberikan perlindungan kepada investor agar tidak terganggu oleh oknum-oknum yang merugikan,” ungkapnya.

Ia pun mengapresiasi dukungan pemerintah daerah yang dinilai cukup terbuka terhadap investasi. Dengan sinergi yang baik, Willy optimistis Situbondo akan terus berkembang sebagai kawasan industri strategis di Indonesia.

“Kalau semua berjalan lancar, Situbondo ke depan bisa menjadi kawasan industri besar yang memberi manfaat luas bagi masyarakat,” pungkasnya.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button