Diskusi Asyik Pendidikan Kependudukan (DAKDIKDUK) di Kecamatan Anreapi

BeritaNasional.ID.POPMAN SULBAR — – Kecamatan Anreapi menyelenggarakan kegiatan Diskusi Asyik Pendidikan Kependudukan (DAKDIKDUK) dengan tema “Penguatan Penyelenggaraan Dapur Sehat Atasi Stunting” atau disingkat DASHAT. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat, Balai KB Kecamatan Anreapi, dan PKK Kecamatan Anreapi.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat, Kepala Desa Dumapanua Bapak Arifin, Kepala Balai KB Kecamatan Anreapi Ibu Purnama Dewi, petugas gizi Puskesmas Perawatan Kecamatan Anreapi, jajaran Balai KB Anreapi, serta Tokoh Pemuda Anreapi Muhammad Juwandi.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Masyita Masrullah, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Anreapi, menegaskan pentingnya pemilihan gizi yang tepat untuk keluarga dengan menyatakan, “Pilihan sederhana di meja makan hari ini adalah investasi terbesar bagi masa depan.” Beliau menjelaskan bahwa setiap pilihan makanan yang dipilih orang tua untuk keluarga tidak hanya mempengaruhi kesehatan tubuh, tetapi juga membangun fondasi untuk mimpi dan harapan anak-anak mereka.
Purnama Dewi, Kepala Balai KB Kecamatan Anreapi, memuji keberhasilan acara ini, mengatakan, “Acara ini menunjukkan komitmen kita bersama dalam mengatasi masalah stunting dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi. Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan ini.”
Sementara itu, Tokoh Pemuda Anreapi, Muhammad Juwandi, juga memberikan apresiasi terhadap materi yang disampaikan. Ia menyatakan, “Materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan relevan untuk masyarakat. Saya berharap semua peserta dapat menerapkan apa yang telah dipelajari hari ini dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan keluarga.”
Masyita Masrullah berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin. Beliau menambahkan, “Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum bagi kita semua untuk lebih memperhatikan pemilihan gizi yang tepat dalam keluarga. Dengan upaya bersama, kita dapat memastikan masa depan anak-anak kita lebih cerah dan sehat.”
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dinamis, di mana para peserta dapat lebih memahami pentingnya gizi dalam pencegahan stunting. (Wis/yuni)



