Nasional

Dita Supriyanto Penyuplai Bom Yang Diledakan Di Surabaya Dan Sidoarjo

BeritaNasional.ID Jakarta – Mabes Polri menyatakan bahwa bom yang diledakan di sejumlah tempat di Surabaya dan Sidoarjo berasal dari Ketua Jamaah Anshorut Daulah (JAD) Surabaya, Dita Supriyanto. Di Surabaya, serangan bom terjadi di tiga gereja dan Mapolrestabes Surabaya. Sementara di Sidoarjo, ledakan terjadi di Rusun Wonocolo.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, Dita sempat menitipkan bom kepada pelaku yang ditangkap inisial F alias Wicak dan pelaku pengeboman yang ada di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo, yang dilakukan Anton Ferdiantono.

“Dita sempat menitipkan bom kepada inisial F alias Wicak, Tri, dan kepada Anton. Tri adalah pelaku yang di Mapolrestabes,” ujar Setyo di kantornya, Jl Trunojoyo, Kebayoran, Jakarta, Selasa (15/5/2018) saat konferensi pers dihadapan sejumlah awak media.

Ia mengatakan bahwa pelaku F alias Wicak telah meninggal dunia karena melawan saat akan dilakukan penangkapan oleh Densus 88 Antiteror.

Setyo juga menyatakan bahwa para pelaku terduga teroris ini telah siap melakukan pengeboman di sejumlah tempat yang ada di Surabaya dan Sidoarjo, dengan cara bom bunuh diri.

“Wicak ini ditipkan bom oleh Dita dan diserahkan juga kepada Tri. Diduga Wicak, Dita, dan Tri, memang sudah siap melakukan bom bunuh diri,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa pihak kepolisian telah menemukan sejumlah bahan kimia untuk membuat bom rakitan yang ada di rumah Dita. Sementara di Rusun Wonocolo Sidoarjo yang ditempati oleh Anton, Polri menemukan sejumlah bahan peledak dan barang bukti bom yang siap diledakkan.

“Ini adalah gambar yang disita di rumah Dita. (gambar plastik hijau, gambar pipa merah di kardus, gambar penutup bom dan KNO3 berupa zat kimia. Ini adalah barang bukti yang disita dari rumah si Anton di Rusunawa blok b lantai 5, yang meledak sendiri,” ucapnya sambil memperlihatkan gambar-gambarnya.

Diketahui sebelumnya beberapa peristiwa rentetan bom telah mengguncang beberapa tempat di Jatim. Pertama aksi teror bom bunuh diri terjadi di tiga gereja Surabaya, kemudian disusul ledakan di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo, Minggu (13/5/2018) malam. Setelah itu pada Senin (14/5/2018) pagi, serangan bom terjadi di depan Mapolresta Surabaya. (dki1/bams)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close