Ragam

Setara Institute: Ada Kepentingan Pemperlambat RUU Anti Terorisme

BeritaNasional.ID Jakarta – Sikap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang belum juga mengesahkan Revisi Undang-Undang (RUU) Anti Terorisme dinilai terlalu berlebihan.

Sebab, suasana saat ini sudah semakin mendesak, keinginan mempercepat RUU itu juga dilakukan setelah digertak oleh Presiden Joko Widodo yang mengancam akan mengeluarkan Perppu jika sampai bulan Juni, undang-undang tersebut belum juga rampung.

Demikian disampaikan oleh Ketua Setara Institute Hendardi di Rumah Pergerakan Griya Gus Dur, Kawasan Menteng, Jakarta, Selasa (15/5/2018)

“Sekarang berbondong-bondong seperti pahlawan menyatakan bahwa siap untuk menggoalkan RUU Terorisme setelah digertak dengan Perppu. Ini menunjukkan sikap-sikap yang konyol dari elit kita terutama yang berada di tim perumus RUU,” katanya.

Hendardi menilai, penyebab belum disahkannya RUU, lantaran banyak kepentingan yang berseliweran yang belum terakomodasi. Padahal, pembahasannya sudah sejak 2016 lalu.

“Ada kepentingan macam-macam sehingga memperlambat itu. Tidak wajar RUU terorisme sudah hampir 2 tahun mendekam, diproses tapi maju mundur terus,” ungkapnya.(dki1/bams)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close