DKI JakartaNasionalSulawesi Barat

DKPPKB Sulbar Perkuat Komitmen Penanganan Kusta, Pengelola Program Hadiri Pertemuan Nasional Bersama Menteri Kesehatan RI

BeritaNasiinal.ID JAKARTA–Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat komitmen dalam percepatan eliminasi kusta melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan koordinasi dengan pemerintah pusat.

‎Hal tersebut diwujudkan dengan keikutsertaan Ririn Handayani, Pengelola Program Kusta DKPPKB Sulawesi Barat, pada pertemuan nasional program kusta yang dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin yang berlangsung 8-11 Juli 2026 di Puri Agung Convention Hall, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

‎Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat eliminasi kusta di Indonesia. Berbagai strategi dibahas, mulai dari penguatan deteksi dini, penemuan kasus secara aktif, pengobatan tuntas, hingga pengurangan stigma terhadap penyandang kusta melalui pendekatan berbasis masyarakat.

‎Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kusta masih menjadi salah satu penyakit tropis terabaikan yang memerlukan perhatian serius. Menurutnya, eliminasi kusta tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor, edukasi masyarakat, serta komitmen pemerintah daerah agar setiap penderita dapat ditemukan lebih cepat dan mendapatkan pengobatan hingga sembuh.

‎Keikutsertaan DKPPKB Sulawesi Barat dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas pengelola program di daerah agar implementasi program kusta semakin efektif, mulai dari tingkat provinsi hingga puskesmas.

‎Secara terpisah, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyampaikan bahwa penanganan kusta merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan yang harus didukung secara optimal oleh pemerintah daerah.

‎”Kusta bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga persoalan sosial yang masih menimbulkan stigma di masyarakat. Karena itu, kami berkomitmen memperkuat deteksi dini, memastikan seluruh pasien memperoleh pengobatan sampai tuntas, serta meningkatkan edukasi agar tidak ada lagi diskriminasi terhadap penyandang kusta,” ujar dr. Nursyamsi.

‎Ia menambahkan, upaya tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, yakni “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”, yang menempatkan pembangunan kesehatan sebagai fondasi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

‎”Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, kami optimistis target eliminasi kusta dapat dicapai. Penguatan kapasitas pengelola program seperti ini menjadi langkah penting untuk menghadirkan layanan kesehatan yang semakin berkualitas, inklusif, dan menjangkau seluruh masyarakat Sulawesi Barat,” tutupnya.

‎Melalui partisipasi aktif dalam forum nasional tersebut, DKPPKB Sulawesi Barat berharap berbagai strategi dan kebijakan terbaru dari Kementerian Kesehatan dapat segera diimplementasikan di daerah sehingga upaya eliminasi kusta berjalan lebih cepat, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Sulawesi Barat.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button