DPRD Majene: Realisasi Pendapatan di Bawah 50 Persen, Basri Ibrahim: Belanja Daerah Perlu Dievaluasi

BeritaNasional.ID MAJENE SULBAR–DPRD Kabupaten Majene terus melanjutkan agenda pembahasan APBD Perubahan tahun anggaran berjalan. Selama kurang lebih dua pekan terakhir, pembahasan difokuskan pada seluruh OPD yang terkait dengan pendapatan daerah.
Dari hasil evaluasi, progres capaian target pendapatan dipastikan sulit terwujud 100 persen hingga akhir Desember.
Hal itu terlihat dari indikator realisasi di hampir semua OPD pengelola pendapatan yang masih berada di bawah 50 persen. Kondisi ini dinilai akan berimbas langsung terhadap kemampuan belanja daerah.
Minggu ini, DPRD Majene akan melanjutkan pembahasan bersama seluruh OPD yang mengelola belanja. Evaluasi difokuskan untuk menyesuaikan kebutuhan dengan kemampuan pendapatan daerah.
Opsi penurunan belanja terbuka jika memang pendapatan tidak memungkinkan, meski tetap ada ruang pertimbangan dengan asumsi lain.
Anggota DPRD Majene dari Fraksi PKB, Basri Ibrahim, menegaskan bahwa rendahnya capaian pendapatan perlu menjadi perhatian serius.
“Kami melihat realisasi pendapatan yang masih di bawah 50 persen ini menjadi tantangan besar.
DPRD tentu akan mendorong agar pemerintah daerah melakukan langkah-langkah strategis, baik optimalisasi pendapatan maupun efisiensi belanja, sehingga APBD Perubahan tetap realistis dan tidak membebani daerah,” ujarnya.
Basri juga menambahkan, pembahasan selanjutnya diharapkan bisa menghadirkan keputusan yang proporsional antara kebutuhan masyarakat dan kemampuan keuangan daerah. (Uni)



