Metro

Dua Pekerja Konstruksi Meregang Nyawa di Parepare Diduga Kelalaian Konsultan Pengawas

Beritanasional.id, Parepare – Pasca ambruknya pembangunan Gedung Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ujung, Kota Parepare.

Mengakibatkan 2 orang pekerja bangunan tewas dan 1 orang masih menjalani perawatan intensif setelah tertimpa reruntuhan bangunan.

Dari informasi yang dihimpun, pihak Kepolisian Polres Parepare masih melakukan penyelidikan dan telah meminta keterangan para saksi yang melihat kejadian tersebut.

Ketua Asosiasi Pengacara Pengadaan Indonesia (APPI) Cabang Parepare Azhar Zulfurqan, kepada beritanasional.id, mengungkapkan, setelah meninjau lokasi kejadian dengan melihat peristiwa KUA Kecamatan Ujung, yang menyebabkan tewasnya pekerja konstruksi

Menurutnya, dia mengisyaratkan kepada penyidik untuk memanggil atau mengundang tim ahli konstruksi baik dari Unhas maupun dari asosiasi untuk dilakukan audit forensik bersama BPKP.

“Agar supaya memanggil rekanan bersangkutan, serta menghadirkan tenaga ahli dan tenaga tekhnis sesuai nama yang tercantum didalam berkas persyaratan yang ada pada kontrak,” katanya

“Harus dibuktikan bahwa, rekanan bersangkutan memang memiliki tenaga teknis dan tenaga ahli sebagaimana telah diisyaratkan. Bukan sekedar selembar sertifikasi tenaga teknis dan tenaga ahli,” tegas Azhar sapaannya.

Lebih lanjut Azhar mengungkapkan, soal K3 konstruksi apakah dalam pelaksanaannya sudah sesuai dengan SOP K3 konstruksi.

Baik untuk pekerja konstruksi maupun tingkat kelayakan peralatan yang digunakan.

“Belum lagi peran konsultan pengawas yang kami anggap lalai dalam melaksanakan tugas dilapangan sehingga kecelakaan kerja ini bisa terjadi,” ujarnya.

Kata dia, semua pelaksanaan konstruksi dilapangan itu sudah ada SOPnya dan disepakati antara rekanan dan PPK.

Rekanan dan PPK merupakan bahagian yang tidak terpisahkan dari kontrak itu sendiri (syarat dan persyaratan kerja/metode pelaksanaan).

Diberitakan sebelumnya, ambruknya pengerjaan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan dikerjakan bersumber dari APBN Tahun 2020, dengan anggaran Rp 773.339.000,-.

Kontraktor Pelaksana CV. KARMINDAH MITRA BERSAMA. Konsultan Pengawas, CV. KARAJAE KONSULTAN. (HS)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close