East Java Tourism Award 2022, Resto dan Rumah Makan” Sendang Bening “ Raih Penghargaan Terbaik III

BeritaNasional.ID, Magetan – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur (Disbudpar Jatim) kembali menggelar East Java Tourism Award, Sabtu (10/12) malam. Dalam serangkaian acara tersebut penghargaan bergengsi tingkat Jawa Timur itu diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
East Java Tourism Award 2022 bertujuan untuk memberikan ruang apresiasi kepada insan pariwisata Jawa Timur. Beberapa penghargaan yang diberikan kepada pemenang di antaranya yakni, Penghargaan Daya Tarik Wisata, Lomba Video Profil Desa Wisata Jawa Timur 2022 hingga Warisan Budaya Tak Benda Provinsi Jawa Timur.
Di ajang ini, diberikan sejumlah penghargaan yang terdiri dari 14 kategori. Di antaranya penghargaan Daya Tarik Wisata, Lomba Video Profil Desa Wisata Jawa Timur 2022, Lomba Film Pendek Pesona Wisata Jawa Timur 202, Penghargaan Industri Pariwisata Jawa Timur 2022 (homestay, restoran bintang, restoran non bintang, rumah makan), Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022 dari Jawa Timur dan Warisan Budaya Tak Benda Provinsi Jawa Timur 2022.
Dalam acara tersebut, Kabupaten Magetan mendapatkan Penghargaan Industri Pariwisata Kategori Rumah Makan Terbaik III yang diwakili oleh Resto dan Rumah Makan “Sendang Bening “.
Gubernur Khofifah mengapresiasi para pemenang di seluruh kategori. Orang nomor satu di Jawa Timur itu mengatakan event ini sebagai penambah semangat dan motivasi para insan pariwisata, hingga pemerintah kota dan kabupaten untuk melestarikan budaya yang dimiliki.
“Terima kasih kepada semua pihak. Ini tentu sebagai dorongan dan motivasi untuk mendaftarkan warisan budaya yang dimiliki,” ungkapnya.
Gubernur Khofiah berpesan kepada seluruh pihak agar segera mengidentifikasi apa saja kebudayaan khas daerah yang dimiliki agar bisa dikenal dan dikembangkan oleh generasi penerus.
“Saya pesan segera diinventarisir mana saja yang menjadi potensi. Kalau tidak kita yang mendaftarkan maka saya kawatir anak cucu kita tidak mengetahui budaya yang dimiliki,” pungkasnya. (is)



