Eks Keresidenan Madiun

Waspada Penyakit Jantung: Poli Jantung RSUD dr. Sayidiman Magetan Layani Hingga 100 Pasien per Hari

BeritaNasional.ID, MAGETAN, Jatim – Penyakit jantung masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat, baik di kota maupun di pedesaan. RSUD dr. Sayidiman Magetan mencatat kunjungan pasien di Poli Jantung rata-rata mencapai 80 hingga 100 orang per hari, bahkan terkadang menyentuh angka 130 pasien dalam satu waktu.

Dr Much Muzakky M.F,Sp.JP,  Dokter  spesialis jantung dan pembuluh darah  RSUD dr. Sayidiman mengungkapkan ada tiga kondisi yang paling mendominasi pasien yang datang, yakni Gagal Jantung, Jantung Koroner, dan Aritmia (kelainan irama jantung).

Faktor Risiko yang “Mengintai”

Kondisi ini umumnya menyerang usia di atas 40 tahun, terutama mereka dengan faktor risiko yang tidak terkontrol. Penyakit seperti darah tinggi menahun, kencing manis (diabetes), kebiasaan merokok, hingga riwayat keluarga menjadi pemicu utama.

“Gaya hidup sedentari atau malas bergerak juga menyumbang akumulasi kerusakan jantung di masa depan. Jika faktor risiko ini tinggi, penyakit jantung pasti akan mengintai,” ujar Dr Much Muzakky M.F,Sp.JP.

Pentingnya Skrining Dini

Masyarakat diimbau untuk tidak menyepelekan kesehatan jantung. Skrining sejak dini, terutama bagi yang sudah berusia 40 tahun ke atas, jauh lebih baik daripada datang ke IGD dalam kondisi sudah buruk.

Terdapat dua faktor risiko utama:

Faktor yang tidak bisa diubah: Usia, jenis kelamin laki-laki, dan faktor genetik.

Faktor yang bisa dikontrol: Gaya hidup, pola makan, dan aktivitas fisik.

Tips Menjaga Kesehatan Jantung

Untuk menekan risiko serangan jantung, Dr Much Muzakky M.F,Sp.JP, membagikan tiga langkah kunci:

Olahraga Teratur: Minimal 150 menit seminggu (misalnya 5 kali seminggu, masing-masing 30 menit). Cukup olahraga ringan seperti jalan kaki atau jogging.

Jaga Pola Makan: Hindari makanan tinggi lemak, kolesterol, dan jeroan. Perbanyak sayur dan buah yang kaya serat untuk mengikat kolesterol di usus.

Berhenti Merokok: Racun dalam rokok merusak lapisan pembuluh darah bagian dalam dan memicu terbentuknya plak kolesterol yang sewaktu-waktu bisa pecah dan fatal.

Mengenali Gejala Serangan Jantung

Masyarakat diminta waspada jika mengalami nyeri dada dengan ciri-ciri berikut:

Nyeri dada pertama kali yang terasa sangat kuat.

Nyeri bersifat persisten (terus-menerus) selama lebih dari 20 menit.

Sensasi dada terasa penuh, sesak (ampak), dan nyeri tidak bisa ditunjuk satu titik.

Nyeri menjalar hingga ke leher dan lengan kiri.

Nyeri yang semakin lama semakin memberat.

“Jangan menunggu sampai sesak atau kondisi parah. Serangan jantung bisa terjadi pada siapa saja, termasuk warga di desa. Pola konsumsi minuman manis dan makanan instan saat ini membuat risiko diabetes dan jantung koroner merata di mana-mana,” pungkasnya.

Dr Much Muzakky M.F,Sp.JP, berharap dengan adanya edukasi ini, kesadaran masyarakat Magetan untuk melakukan deteksi dini dan memulai hidup sehat dapat meningkat guna menekan angka fatalitas penyakit jantung.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button