Gelar Konsultasi Publik, Kepala Bapenda Siap Sanksi Anak Buah Nakal

BeritaNasional,ID, BONDOWOSO JATIM – Untuk mengoptimalkan pendapatan pajak, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar Forum Konsultasi Publik dengan Pelaku Usaha Jasa Perhotelan, Restoran dan Jasa Hiburan se-Kabupaten Bondowoso.
Pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Arabica 1 ini dihadiri oleh Kepala Bapenda, Slamet Yantoko, Asisten 1 Solikin, Kajari Dzakiyul Fikri, Kasi Humas Polres Iptu Bobby Dwi Siswanto, dan Pengusaha Jasa Perhotelan, Restoran dan Jasa Hiburan.
Slamet, sapaannya mengatakan, forum ini baru pertama kali dilakukan Bapenda. Tahun depan forum konsultasi akan digelar secara rutin, karena manfaatnya sangat besar, baik bagi Bapenda maupun bagi Pengusaha Jasa Perhotelan, Restoran dan Jasa Hiburan.
“Pajak merupakan urat nadi pemerintah. Oleh karena itu harus diupayakan secara maksimal, agar jalannya pemerintahan dan pembangunan stabil. Apabila ada staf saya yang nakal, laporkan, pasti saya beri sanksi sesuai tingkat kesalahannya”, kata Slamet.
Dalam kesempatan yang sama, Bobby, sapaannya, mengingatkan agar Pengusaha Jasa Perhotelan, Restoran dan Jasa Hiburan jangan nakal. Hotel besar dan kecil berpotensi melakukan pelanggaran.
“Dari kasus yang pernah ditangani Polres Bondowoso, Hotel besar berpotensi dijadikan ajang jual-beli Narkoba, sedang Hotel Melati, sebutan hotel kecil, rentan dijadikan tempat prostitusi,” jelasnya.
Sedangkan di tempat Hiburan, lanjutnya, biasanya sering terjadi pertengkaran. Kalau di restoran yang terjadi keracunan. Alhamdulillah di Bondowoso, baik usaha hiburan maupun restoran masih aman-aman saja.
Bobby menyarankan, untuk mempercepat proses hukum jika terjadi aksi kriminal, pasanglah CCTV di tempat usaha, baik didalam ruangan maupun diluar ruangan. Sebab kalau hanya didalam ruangan saja, melacaknya sulit.
Misalnya terjadi aksi kriminal di hotel, restoran maupun Jasa Hiburan. Kalau CCTV hanya didalam, maka sulit menemukan pelakunya kalau menggunakan topeng. Tapi kalau ada CCTV luar, maka Penyidik akan mudah melacak pelaku dari motor yang digunakannnya. (Syamsul Arifin/Bernas)



