Daerah

Gerbong Kereta LRT Sudah Di Laut Cina Menuju Jakarta

BeritaNasional.ID Jakarta – Pengerjaan kereta api ringan (light rail transit/LRT) fase I Kelapa Gading-Velodrome memasuki fase akhir setelah delapan gerbong terakhir, untuk melengkapi delapan gerbong yang sudah tiba di Depo Kelapa Gading, telah diberangkatkan dari Korsel dan diprediksi tiba di Jakarta pada 13 Juli 2018 mendatang.
“Delapan gerbong kereta LRT terakhir sudah diberangkatkan ke kapal dan meninggalkan Pelabuhan Massan, Korsel, tanggal 29 Juni kemarin. Target tiba di Jakarta, tanggal 13 Juli,” kata Dirut Jakarta Propertindo (Jakpro) Satya Heragandhi, di Jakarta, Minggu (1/7/2018) malam.

Satya melanjutkan, perkembangan terakhir posisi kapal yang membawa delapan gerbong LRT terakhir, sudah di Laut Cina. Proses pengiriman harus melalui perubahan rute untuk menghindari cuaca buruk (angin topan) yang terpantau terjadi dekat Pulau Jeju, Korea.

Pengerjaan LRT memasuki tahap akhir karena tinggal menunggu sertifikasi hasil uji dinamis dari tim Kementerian Perhubungan (Kemhub). Uji dinamis dilakukan untuk memastikan kualitas mesin dan standar keselamatan penumpang moda LRT terpenuhi.

“Kita total dalam melakukan percepatan, karena harusnya kereta terakhir tiba pada September 2018,” tambah Satya.

Sedangkan mengenai uji dinamis, diperkirakan bakal dilakukan dalam pekan ini. Pengerjaan LRT Kelapa Gading-Velodrome dengan jarak 5,8 km tergolong cepat karena pembangunan fisiknya sekarang ini sudah mencapai 80 persen dan ditargetkan mulai beroperasi Agustus 2018 saat Asian Games.

Sambil menunggu pengiriman sampai dan uji dinamis, pihak Jakpro masih membahas penetapan tarif LRT Kelapa Gading-Velodrome yang diharapkan bisa diputuskan Juli ini untuk sekaligus mengadakan uji coba. Pihaknya mengehendaki tarif LRT berada di kisaran Rp 10.000-15.000 atau di bawah tarif Go-Jek dan taksi daring.

Ketua DTKJ, Iskandar Abu Bakar mengatakan, pihaknya merekomendasikan tarif LRT kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan Rp 10.800 di luar subsidi.

“Ini investasi Pemprov dan Jakpro, kalau investasi pemerintah lebih besar, ya tarif lebih kecil. Infrastruktur transportasi massal umumnya menjadi investasi Pemprov,” ujar Iskandar.

Dirinya berharap keputusan tarif tersebut bisa diselesaikan pada Juli mendatang. Untuk itu, rekomendasi yang diberikan kepada Gubernur harus segera disampaikan kepada DPRD DKI Jakarta.

“Gubernur Anies harus segera melakukan pembahasan tarif sebelum perhelatan Asian Games dimulai,” katanya. (dki1/bn.id)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close