Nusa Tenggara Timur

Gubernur Laka Lena Tegaskan Retret Pemprov NTT di Belu Jadi Strategi Bangun SDM dan Disiplin ASN

BeritaNasional.ID, KUPANG — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa kegiatan Retret Pemerintah Provinsi NTT di Kabupaten Belu bukan hanya ajang refleksi rohani, tetapi juga strategi memperkuat karakter, disiplin, dan semangat kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh jajaran birokrasi.

Penegasan itu disampaikan Gubernur Laka Lena seusai menutup kegiatan retret yang digelar di Aula Eltari Kupang, Senin (13/10/2025). Kegiatan tersebut diikuti oleh pejabat struktural, ASN, dan tenaga P3K dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT.

Dalam wawancaranya, Gubernur Laka Lena menekankan bahwa retret merupakan bagian penting dari strategi pembangunan sumber daya manusia aparatur, agar seluruh pimpinan dan pegawai memiliki arah kerja yang terpadu dan satu visi dalam membangun NTT.

“Retret ini bukan kegiatan seremonial. Ini langkah strategis untuk menyatukan visi dan misi seluruh aparatur, dari kepala OPD sampai staf terbawah. Semua harus satu garis, satu semangat, dan satu tujuan. Membangun NTT tidak bisa dilakukan secara sektoral, tapi harus terpadu dan solid,” tegas Gubernur Laka Lena kepada Bernas.

Gubernur menilai, kegiatan retret menjadi ruang refleksi dan evaluasi untuk memperkuat komitmen kerja dan menumbuhkan semangat inovasi di kalangan ASN.

Ia berharap, setelah kegiatan ini, seluruh peserta kembali ke kantor masing-masing dengan energi baru dan cara pandang yang lebih kreatif terhadap pekerjaan.

“Kerja pemerintahan tidak boleh monoton atau sekadar rutinitas. Melalui retret ini, ASN harus kembali dengan semangat baru, wawasan baru, dan keterampilan baru. Mereka harus membawa perubahan nyata dalam karakter, kedisiplinan, dan kreativitas,” ujar Gubernur.

Tak hanya berfokus pada aspek pembinaan aparatur, retret Pemprov NTT di Belu juga membawa dampak ekonomi nyata bagi masyarakat lokal.

Seluruh kebutuhan logistik kegiatan, seperti sayur, ikan, daging, hingga telur, dibeli langsung dari warga sekitar di Dusun Loka, Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak, dan Kelurahan Kota Atambua.

“Kita tidak mendatangkan bahan makanan dari luar daerah. Semua dibeli dari masyarakat setempat. Ini cara sederhana tapi efektif untuk menggerakkan ekonomi rakyat,” jelas Gubernur.

Selain meningkatkan perputaran ekonomi lokal, kegiatan retret juga memupuk semangat solidaritas dan gotong royong.

Para pejabat dan ASN turut mengumpulkan donasi sukarela yang hasilnya disalurkan untuk membantu warga sekitar lokasi kegiatan.

“ASN bukan hanya bekerja di balik meja, tapi harus hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Dalam arahannya, Gubernur Laka Lena menegaskan bahwa disiplin dan tanggung jawab menjadi fondasi utama dalam birokrasi NTT.

Ia mengingatkan bahwa ASN yang tidak menunjukkan kinerja optimal akan mendapatkan sanksi tegas, mulai dari teguran hingga pembinaan langsung oleh pimpinan.

“ASN yang malas tidak bisa lagi dibiarkan. Kita ingin membangun budaya kerja yang disiplin dan produktif. Semua harus punya komitmen dan tanggung jawab terhadap tugasnya. Hanya dengan kekompakan dan kedisiplinan, visi besar NTT bisa kita wujudkan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menilai bahwa kegiatan retret juga menjadi momentum pembaruan pola pikir di kalangan ASN.

Menurutnya, sistem kerja pemerintahan kini menuntut efisiensi dan kreativitas, terutama dalam pengelolaan keuangan dan pelaksanaan program.

“Sistem keuangan pemerintah sekarang sudah berubah. ASN, P3K, dan CPNS harus mampu beradaptasi. Jangan hanya menunggu anggaran turun, tapi harus kreatif dan mencari cara inovatif untuk menjalankan program,” ujarnya.

Wagub Johni juga mendorong ASN untuk menjadi motor penggerak ekonomi lokal, dengan ikut mendukung program-program unggulan Pemprov seperti Dapur NTT, NTT Mart, dan Dapur SPP, yang menjadi wadah pemberdayaan pelaku UMKM di daerah.

“Melalui Dapur NTT dan NTT Mart, kita bantu produk-produk lokal agar dikenal luas. ASN tidak hanya berperan administratif, tapi juga bisa menjadi agen perubahan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat,” tambahnya.

Kegiatan retret yang diikuti oleh seluruh pejabat struktural, ASN, dan tenaga P3K dari berbagai instansi Pemprov NTT ini menjadi simbol kebangkitan birokrasi yang humanis, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.

Gubernur Laka Lena menutup kegiatan dengan pesan inspiratif agar seluruh ASN menjadikan retret ini sebagai titik awal perubahan menuju pemerintahan yang bersih, profesional, dan melayani.

“Retret ini bukan akhir, tetapi awal dari babak baru kerja bersama untuk membangun NTT yang maju, mandiri, dan bermartabat,” pungkasnya.*

Alberto

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button