Harapan SDN 1 Srigonco Mulai Terjawab, Dinas Cipta Karya Survei Lokasi Pembangunan Ruang Kelas dan Pagar Sekolah

BeritaNasional,ID. Malang – Setelah berbulan-bulan menjalani kegiatan belajar mengajar dalam keterbatasan akibat proyek pelebaran jalan nasional menuju kawasan wisata Pantai Balekambang, harapan warga SD Negeri 1 Srigonco, Kecamatan Bantur, akhirnya mulai menemukan titik terang. Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang bersama tim konsultan turun langsung melakukan survei lapangan sebagai langkah awal persiapan pembangunan ruang kelas pengganti dan pagar pengaman sekolah.
Sebelumnya, sejak salah satu ruang kelas dibongkar pada April 2026 karena terdampak proyek pelebaran jalan, sebanyak 17 siswa terpaksa belajar di ruang laboratorium. Bahkan, sebelum laboratorium disiapkan, kegiatan belajar mengajar sempat berlangsung di musala sekolah akibat keterbatasan ruang.
Kepala sekolah SDN 1 Kum’yah Mengukapkan Pihak sekolah sebenarnya telah mengantisipasi kondisi tersebut jauh sebelum pembongkaran dilakukan. Rencana pelebaran jalan telah disosialisasikan sejak 2019, kemudian pada awal 2022 sekolah mengajukan proposal kepada Bupati Malang dan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang untuk pembangunan ruang kelas pengganti, ruang kepala sekolah, ruang guru, serta ruang UKS yang ikut terdampak.
Namun hingga pertengahan 2026, usulan tersebut belum terealisasi. Padahal, saat sosialisasi sempat disampaikan adanya rencana bantuan senilai Rp211 juta, kemudian menjelang pembongkaran muncul informasi bantuan sekitar Rp370 juta melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Karena belum ada pembangunan, para guru bersama wali murid bergotong royong menata ruang laboratorium agar dapat digunakan sebagai ruang belajar sementara.
Kondisi itu juga berdampak terhadap proses pembelajaran dan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Saat ini SDN 1 Srigonco memiliki 124 siswa dengan dukungan 12 tenaga pendidik dan kependidikan. Harapan baru muncul pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 10.30 WIB ketika tiga orang dari Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang bersama tim konsultan melakukan survei di lingkungan SDN 1 Srigonco. Kegiatan tersebut didampingi Kepala SDN 1 Srigonco, perwakilan Kecamatan Bantur, serta Pemerintah Desa Srigonco.
Dalam survei tersebut, tim melakukan pengukuran pada area ruang kelas yang terpotong akibat proyek pelebaran jalan nasional. Selain itu, dilakukan pula pengukuran untuk pembangunan pagar sekolah yang dinilai menjadi kebutuhan mendesak demi meningkatkan keselamatan siswa dari lalu lintas kendaraan yang melintas di depan sekolah.
Staf Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang, Novin S, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tahapan awal sebelum pelaksanaan pembangunan.”Kami dari Dinas Cipta Karya bersama konsultan melakukan pengukuran ruang yang terpotong. Hasilnya akan kami sampaikan kepada pimpinan, dan mudah-mudahan tahun ini segera terealisasi. Untuk waktu pelaksanaan nanti menjadi kewenangan pimpinan. Prioritas pembangunan adalah ruang yang terpotong dan pagar sekolah sebagai pengamanan murid karena adanya lalu lalang kendaraan,” ujar Novin.
Ia menambahkan, ruang kelas yang direncanakan memiliki ukuran sekitar 7 x 7 meter, sedangkan pagar sekolah yang akan dibangun memiliki panjang kurang lebih 30 meter. Mengenai kebutuhan anggaran, pihaknya masih menunggu keputusan dari pimpinan sehingga belum dapat dipublikasikan.
Survei lapangan ini menjadi sinyal positif bagi percepatan penanganan dampak proyek pelebaran jalan terhadap SDN 1 Srigonco. Warga sekolah berharap seluruh proses administrasi dapat segera diselesaikan sehingga pembangunan ruang kelas pengganti dan pagar pengaman dapat segera direalisasikan. Dengan demikian, para siswa kembali memperoleh fasilitas belajar yang aman, nyaman, dan layak untuk menunjang proses pendidikan.(den)



