BondowosoDaerahJawa Timur

Harga Singkong Naik 100% Lebih, Pengusaha Tape Menjerit

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Nasib pengusaha tape di Bondowoso tidak seindah ketenaran julukan Bondowoso sebagai kota tape. Bondowoso terkenal sebagai kota tape diseluruh penjuru dunia, tapi nasib pengusaha tape mengenaskan.

Apalagi saat ini, bahan baku tape, tanaman singkong, tidak menjanjikan perubahan ekonomi petani. Mereka lebih memilih menanam tebu, jagung, sengon, dan kedelai untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Artinya, ketersediaan singkong sebagai bahan baku tape sudah mulai berkurang. Akibatnya harga singkong melonjak. Dari semula hanya Rp2000,00/kg naik 100% lebih menjadi Rp4.500,00/kg. Pengusaha tape-pun menjerit.

Tentu saja dengan naiknya bahan baku tape yang selangit, membuat pengusaha tape ngos-ngosan. Karena Bondowoso sebagai kota tape, pengusaha tape juga banyak. Apalagi tape Bondowoso kualitasnya lebih baik dibanding tape dari kota lain.

Sentra Industri Tape di Bondowoso ada di Desa Sumbertengah, Kecamatan Binakal. Menurut Koordinator Pengusaha Tape, Rahmatullah, jumlah anggotanya 138 orang. Belum lagi yang berada di luar Sentra Industri Tape.

“Akibat harga singkong naik, sekitar 60%, Pengusaha Tape mengurangi produksinya, bahkan ada yang gulung tikar. Kami berharap pemerintah membantu mencari solsusinya. Untuk mempertahankan icon Bondowoso sebagai Kota Tape,” harapnya.

Saya, lanjutnya, memproduksi tape dengan bahan baku singkong sebayak 1 ton. Sekarang hanya mampu separuhnya. Bagai jatuh masih tertimpa tangga. Harga  singkong naik, modal ada di pelanggan.

Menyikapi hal itu, Ketua LKBH Merah Putih, Ahroji menyarankan agar segera mengevaluasi kinerja OPD yang bertanggung jawab atas kondisi Pengusaha Tape yang kian hari semakin mengenaskan.

“Seharusnya, ketika mendapat informasi harga singkong naik 100% lebih, Diskoperindag yang bertanggung jawab atas eksistensi Pengusa Tape langsung turun ke lapangan untuk mencari solusinya,” kata Roji, sapaannya. Syamsul Arifin/Bernas

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button