Puskesmas Munte Luncurkan “WARUNG PEKA”, Inovasi Peduli Kesehatan Jiwa hingga Pelosok Desa

BeritaNasional.ID KABANJAHE, SUMUT – UPTD Puskesmas Munte meluncurkan sebuah Inovasi Layanan Kesehatan bertajuk “WARUNG PEKA (Peduli Kesehatan Jiwa)” sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pada pasien dengan gangguan kesehatan jiwa dan melakukan skrining kepada masyarakat untuk menemukan dan membantu menyelesaikan masalah yang terjadi di masyarakat, khususnya pasien-pasien dengan gangguan kesehatan jiwa di Wilayah Kerja Kecamatan Munte Kabupaten Karo.
Gangguan Kesehatan Jiwa adalah sindrom atau sekelompok gejala yang mempengaruhi pikiran, perasaan dan perilaku seseorang sehingga menyebabkan disfungsi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Beberapa jenis gangguan jiwa termasuk depresi, gangguan kecemasan, skizofrenia, gangguan makan, dan perilaku adiktif. Kondisi ini bisa membuat pengidapnya sengsara dan menimbulkan masalah dalam kehidupan sehari-hari seperti di sekolah, tempat kerja atau dalam hubungan sosial lainnya.
Kepala UPTD Puskesmas Munte menegaskan bahwa, Inovasi “WARUNG PEKA (Peduli Kesehatan Jiwa)” adalah sebuah anagram yang dibuat oleh Puskesmas Munte untuk melaksanakan kegiatan peduli akan gangguan kesehatan jiwa dimana kegiatan yang dilakukan adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan jiwa kepada orang dengan gangguan jiwa sehingga dapat mempermudah pasien dalam pengambilan obat rutin.
Adapun kegiatan yang dilakukan, yaitu:
Melakukan deteksi dini kesehatan jiwa kepada masyarakat pada saat datang berobat ke puskesmas dan deteksi dini kesehatan jiwa pada kegiatan-kegiatan di desa
Mempermudah pengambilan obat yang sebelumnya ke RS di Kabanjahe atau Medan menjadi di Puskesmas Munte
Melakukan konseling kepada pasien dengan gangguan kesehatan jiwa
Melakukan sosialisasi tentang penyakit dengan gangguan kesehatan jiwa
UPTD Puskesmas Munte yakin bahwa melalui Inovasi “WARUNG PEKA (Peduli Kesehatan Jiwa)” dapat mengoptimalkan penderita gangguan jiwa yang mulai membaik untuk bisa mandiri dan tetap kontrol teratur serta mengurangi risiko bullying (perundungan) di sekolah-sekolah dan mengurangi angka kejadian bunuh diri karena depresi.



