
BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Akibat terserang penyakit leptospirosis, ada 3 korban yang meninggal dunia. Sampai saat ini sudah ada 16 orang yang terkena penyakit leptospirosis. Data tersebut berasal dari Dinas Kesehatan (Dinkes).
Korban terbaru warga Desa Besuk, Kecamatan Klabang, namun pasien telah dinyatakan sembuh. Leptospirosis ditularkan melalui bakteri Leptospira yang banyak ditemukan pada ginjal tikus, lalu keluar bersama air kencingnya.
Plt Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Bondowoso, dr. Titik Erna Erawati, menjelaskan bahwa Penyakit ini kerap menyerang warga usia produktif, terutama petani, dan masyarakat yang sering berkontak dengan lingkungan berair.
“Gejalanya mirip DBD atau typoid, awalnya demam. Bedanya pada leptospirosis, ada bintik merah pada mata, kadang memerah hingga menguning, serta nyeri hebat di betis,” ungkapnya, Rabu (27/8/2025).
Titik, sapaanya mengingatkan, jika ada genangan air, sebaiknya dijauhi. Dihawatirkan dalam genangan air tersebut bercampur dengan kencing tikus. Sebab kalau air tersebut mengenai kulit yang terluka, akan terinfeksi bakteri Leptospira.
Dari 16 kasus tahun ini, tiga pasien meninggal akibat gagal ginjal karena terlambat ditangani. Jadi jangan dianggap enteng penyakit ini. Kalau sudah terinfeksi segera bawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit, jangan menunggu hingga parah.
Saat ini, Dinkes bersama Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya sedang melakukan trapping tikus di area sawah dan rumah pasien. Tikus yang terperangkap dibedah untuk diperiksa ginjalnya.
“Saya sarankan pada petani, jika pergi ke sawah lebih aman pakai sepatu boot. Kalau terluka tutup dengan kain atau yang lainnya. Sehingga jika ada air bercampur kencing tikus tidak mengenai lukanya,” sarannya.
Catatan Dinkes menunjukkan tren peningkatan signifikan kasus leptospirosis di Bondowoso. Tahun 2023 hanya ada satu kasus yang berujung kematian, tahun 2024 tercatat 11 kasus tanpa korban meninggal, sementara 2025 hingga Agustus melonjak menjadi 16 kasus dengan tiga kematian. (Syamsul Arifin/Bernas)



