Indikator Politik Indonesia Klarifikasi Pernyataan Jubir Paslon IRIS Soal Data Survei Pilkada Bone Bolango

BeritaNasional.ID, GORONTALO — Beredarnya data hasil survei Pilkada Bone Bolango yang mencatut nama Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia telah menarik perhatian banyak pihak. Banyak media sosial dan media online di Gorontalo yang merilis berita tersebut. Salah satunya adalah BeritaNasional.ID yang merilis Pernyataan Juru Bicara Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bone Bolango Ismet Mile dan Risman Tolingguhu (IRIS), Fanly Katili dalam berita yang berjudul “Hasil Survei Pilkada Bone Bolango, Fanka: Siapa yang Berbohong?”
Menanggapi pernyataan Fanly Katili tersebut, Indikator Politik Indonesia memberikan klarifikasinya sebagaimana rilis yang diterima redaksi BeritaNasional.ID, Jum’at (18/10/2024).
Berikut Klarifikasi dan Bantahan atas Data Survei yang Dipalsukan dari Indikator Politik Indonesia :
1. Indikator Politik Indonesia (INDIKATOR) TIDAK PERNAH melakukan survei Pilkada periode 20-25 September 2024 di Kabupaten Bone Bolango (Provinsi Gorontalo), sebagaimana screenshoot whatsapp/WA yang beredar luas di masyarakat, khususnya di Bone Bolango dan Provinsi Gorontalo, sebagaimana berikut:

2. Di screenshoot whatsapp/WA tersebut (foto 1) menampilkan grafik “Simulasi Semi Terbuka 4 Paslon” berisi seakan-akan data temuan survei INDIKATOR di Kabupaten Bone Bolango tanggal 20-25 September 2024; dan deskripsi/keterangan dibawahnya: “Pada simulasi semi terbuka … dst”
3. Dengan demikian data dan temuan survei di atas (Foto 1) adalah PALSU dan MANIPULATIF, karena beberapa penjelasan berikut:
a. INDIKATOR melakukan survei Pilkada di Kabupaten Bone Bolango hanya pada Periode 3-8 Agustus 2004; dan setelah itu TIDAK PERNAH lagi.
b. Wording atau kalimat pertanyaan yang menjadi standar dan biasa digunakan INDIKATOR adalah “Seandainya pemilihan langsung …, siapa yang akan ibu/bapak pilih ….” BUKAN: “Kalau pemilihan langsung …., siapa yang bpk/ibu….”
c. Grafik INDIKATOR selalu simpel dan sederhana agar mudah difahami, TIDAK seperti menampilkan gambar pasangan calon (Paslon) atau kandidat sebagaimana di Foto 1.
d. Jenis font/huruf yang digunakan juga bukan jenis font/huruf INDIKATOR yang memiliki font standar yang digunakan untuk laporan survei, surat menyurat resmi dan korespondensi lainnya.
4. Menanggapi pernyataan Juru Bicara Paslon IRIS, Fanly Katili di
www.beritanasional.id berjudul “Hasil Survei Pilkada Bone Bolango, Fanka: Siapa yang Berbohong?” Hasil Survei Pilkada Bone Bolango, Fanka: Siapa yang Berbohong ? perlu kami sampaikan:
a. INDIKATOR tidak pernah menuduh Paslon IRIS melakukan manipulasi data. Founder dan Peneliti Utama kami, Prof. Burhanuddin Muhtadi, MA, Ph.D, melalui akun IG @burhanuddinmuhtadi hanya melengkapi postingan sebelumnya bahwa setelah kasus pemalsuan data survei di Kota KupangProvinsi NTT (silakan visit channel youtube INDIKATORTV: https://www.youtube.com/live/lnV33vjcBTM?si=IbKXjl950lxbrAkf, tentang “Insiden Pemalsuan Survei dan Peta Elektoral Mutakhir Jelang Pemilihan Walikota Kupang”), ternyata masih ada lagi temuan berdasarkan informasi dari masyarakat yang mengirimkan data survei palsu Kabupaten Bone Bolango seperti di Foto 1 di atas. (Bahkan kemudian ada lagi di Kabupaten Luwu Utara – Point No 5 di bawah)
b. Fanly juga mengaku bahwa Pasangan IRIS mendapatkan data hasil survei tersebut dari seseorang yang mengaku dari INDIKATOR – dipaparkan di hadapan Paslon IRIS bahkan ada bukti foto dan videonya.
Menanggapi hal tersebut kami tegaskan:
i. INDIKATOR tidak pernah melakukan survei dimaksud, maka otomatis tidak pernah pula menugaskan tim penelitinya untuk memaparkan, mempresentasikan atau menyampaikan data survei apapun ke pihak Paslon IRIS. Apalagi Fanly/tim/Paslon IRIS jelas menyatakan bahwa, “Pasangan IRIS juga tidak pernah menggunakan lembaga survei Indikator Politik Indonesia untuk melakukan survei.”
ii. Aneh bila tim/Paslon IRIS tidak mencek/ricek pihak yang akan mempresentasikan data survei di hadapan Paslon IRIS, sementara tim/Paslon IRIS jelas-jelas TIDAK PERNAH meminta jasa INDIKATOR untuk melakukan survei. Kontak INDIKATOR dengan sangat mudah didapatkan di laman/website kami, www.indikator.co.id.
iii. Survei INDIKATOR yang dilaksanakan di Kabupaten Bone Bolango Periode 3-8 Agustus 2004 dilakukan SEBELUM penetapan calon Pilkada dari KPUD dan ada simulasi 4 (empat) pasangan yang belum definitif. Simulasi ini pula yang kemudian DIMANIPULASI seakan-akan survei dilakukan pada September 2024 sesudah
penetapan pasangan calon (Paslon) di KPUD seperti Foto 1.
iv. Agar kasus ini jelas, maka sebaiknya bila ada foto atau video dimaksudkan di atas; Fanly atau tim/Paslon IRIS membuka dan menginformasikannya ke pihak berkepentingan, khususnya kami di INDIKATOR. Silakan juga bila Fanly bermaksud membukanya ke publik, khususnya di media yang telah membuat pernyataan tersebut.
v. Di bagian akhir berita www.beritanasional.id di atas Fanly menyatakan, “Lalu siapa sebenarnya yang berbohong atas hasil survei ini, silakan ….”, menuduh seakan-akan data hasil survei tersebut memang dari INDIKATOR (karena merasa dipaparkan presentasikan hasilnya di hadapan tim/Paslon IRIS). Sekali lagi kami tegaskan: tidak, dan itu bukan data INDIKATOR.
Untuk itu kami berharap bila ada pihak-pihak yang berbohong akan lebih mulia bila mengakui kebohongannya segera sehingga bisa dimaafkan.
5. Selain dari kasus pemalsuan data hasil survei sebelumnya di Kota Kupang, lalu Kabupaten Bone Bolango ini; terbaru (Rabu, 17 Oktober 2024, kemaren) kami juga mendapat informasi/laporan hal kurang lebih serupa di Kabupaten Luwu Utara (Provinsi Sulawesi Selatan); sebagaimana foto berikut:

6. Menanggapi Point No 5 di atas, kembali kami tegaskan:
a. INDIKATOR juga TIDAK PERNAH melakukan survei Pilkada di Kabupaten Luwu Utara.
b. Dengan demikian, data/informasi yang ditampilkan di Foto 2 adalah PALSU, dan pasti bukan dari kami, dibuat seakan akan dari data INDIKATOR.
c. Termasuk PALSU tentu saja adalah deskripsi, penjelasan, dari data-data yang ditampilkan tersebut.
d. Selain PALSU, flayer/display di atas juga MENCATUT foto founder/peneliti utama kami, Prof. Burhanuddin Muhtadi, MA, Ph.D; logo INDIKATOR dan dengan mencantumkan no kontak/HP yang juga bukan berasal/dari INDIKATOR.
7. Berbohong, memalsukan dan atau memanipulasi data adalah perbuatan kriminal, dan karena itu masuk sebagai kejahatan yang merugikan banyak pihak dan masyarakat umum yang berhak mendapatkan data dan informasi yang benar.
8. INDIKATOR saat ini sedang melakukan investigasi untuk kasus pemalsuan dan manipulasi ini, selanjutnya akan memprosesnya ke pihak/aparat berwenang.
9. Perlu kami sampaikan, setiap rilis dan pernyataan ke media, khususnya tentang data elektoral, kepemiluan (termasuk Pilkada), INDIKATOR selalu memuatnya di laman/website resmi www.indikator.co.id dan channel youtube INDIKATORTV https://www.youtube.com/@IndikatorPolitikIndonesia. Media dan masyarakat umum bisa mencek langsung, bahkan mendownload bahan publikasi resmi kami.
Demikian klarifikasi dan bantahan ini kami sampaikan, untuk menjadi perhatian pihak-pihak terkait. Terima kasih atas perhatiannya.
Fauny Hidayat
Direktur
Konfirmasi/Informasi, silakan hubungi: HP/WA: 081196003133
(Rls/Noka)



