Inovasi Kecamatan Merek “MEREK BISA”
(Merek Berbudaya, Santun, Sejarah, Adat dan Indah)

Merek Bisa merupakan Program Inovasi Kecamatan Merek yang tujuan utama adalah untuk meningkatkan/melestarikan atau menghidupkan kembali budaya-budaya lokal yang sudah hampir hilang dan sudah jarang dipertunjukkan, baik dalam keseharian maupun dalam acara-acara adat dan budaya, dimana hal ini juga diharapkan dapat membantu minat para wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Karo terutama Destinasi Wisata Kecamatan Merek karena adanya Daya Tarik Kearifan Lokal berupa Budaya, Adat Istiadat/ Sejarah yang dikemas dalam bentuk Pertunjukan Seni Tari Lokal sebagai bentuk Promosi Wisata sehingga Wisatawan tidak hanya menikmati Keindahan Alam (Eko Nature) Danau Toba dan tempat lainnya di Kecamatan Merek tetapi juga disungguhkan berbagai Atraksi lainnya terutama tari-tarian daerah. Dan yang terutama dalam inovasi ini diharapkan akan terbentuk Karakter yang baik yang mencintai budaya sendiri dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari dan didalam adat budaya juga dalam bentuk pertunjukan sebagai daya Tarik untuk wisatawan.
Mengingat di Kecamatan Merek yang masyarakatnya dominan suku Karo dan Simalungun sehingga dipandang perlu untuk melestarikan Seni dan Budaya terutama pada Generasi Muda agar Nilai-nilai Budaya tidak hilang akibat perkembangan jaman yang semakin modern dan canggih yang dikemas dalam bentuk SENI TARI dianggap cukup baik untuk dikembangkan dan dihidupkan Kembali dalam kehidupan masyarakat, dimana seni tari atau budaya yang merupakan bagian dari sejarah ini sendiri hampir hilang atau terlupakan keberadaanya di dalam Keseharian masyarakat di Kecamatan Merek.
Membaca dan mempelajari destinasi wisata di daerah lainnya seperti Kabupaten Samosir dan Kabupaten lainya, dimana Kearifan lokal berupa pertunjukan Kebudayaan Lokal sehingga mengundang minat wisatawan maka diharapkan Kecamatan Merek dalam memiliki kekuatan yang sama dalam bidang pariwisata.
Kondisi Sebelum Adanya Inovasi
Sebelum adanya Inovasi MEREK BISA ( Merek Berbudaya, Santun, Sejarah, Adat dan Indah) Permasalahan di Kecamatan Merek, Mengingat Kecamatan Merek yang terdiri dari masyarakat Suku Karo dan Simalungun dimana pada saat ini terindikasi bahwa budaya – budaya lokal yang ada di Kecamatan Merek hampir punah karena minat / rasa peduli masyarakat untuk pengembangan budaya terutama Seni Tari dan mempraktekkan adat dan budaya dalam kehidupan sehari cenderung hilang atau berkurang.
Dimana Nilai – nilai Budaya yang sudah menurun bahkan cenderung hilang pada kalangan muda terutama pada saat perayaan acara “Kerja Tahun” di Desa – desa yang ada di Kecamatan Merek seperti munculnya tari – tarian yang tidak berbudaya dan tidak sopan sehingga sangat merusak acara adat tersebut, maka dari itu untuk melestarikan Seni dan Budaya terutama pada Generasi Muda agar Nilai- nilai Budaya tidak hilang akibat perkembangan jaman yang semakin modern dan canggih akan dikemas dalam bentuk SENI TARI dianggap cukup baik untuk dikembangkan dan dihidupkan Kembali dalam kehidupan masyarakat, dimana seni tari atau budaya lainnya yang merupakan bagian dari sejarah ini sendiri hampir hilang atau terlupakan keberadaanya di dalam Keseharian masyarakat di Kecamatan Merek.
Upaya pengembangan pelestarian budaya tersebut sudah dilaksanakan dengan beberapa upaya, seperti melaksanakan Dokan Art dan Tongging Art yang melibatkan anak muda pelaku seni untuk mendorong desa untuk membentuk sanggar tari dan belajar di Desa, tetap mendukung dan mempromosikan sanggar tari yang sudah tersedia seperti Sanggar Tari di Dokan, mengembangkan tarian lokal dalam berbagai kegiatan termasuk juga mendorong Pemerintahan Desa untuk menganggarkan atau mendukung kegiatan Pengembangan Kebudayaan. Namun dalam inovasi ini kami menambahkan adanya Usaha Pengembagan Potensi Sejarah/ Kebudayaan tersebut melalui Sosialisasi dan Pelatihan kepada Pelaku Kesenian dan Pelaku Kebudayaan dan Pariwisata serta pelaksanaan pertunjukan sejarah/ budaya dalam bentuk seni tari dengan mengikut sertakan para pengusaha dan pemilik tempat wisata sehingga inovasi ini dapat terwujud secara berkesinambungan.
Kondisi Sesudah adanya Inovasi
Dengan adanya Inovasi Merek Bisa sangat berpengaruh terhadap kalangan muda seperti terbentuknya Sanggar Tari di Desa Dokan dan Desa Tongging, sehingga memberi dampak Positif bagi pergaulan Kaum Muda terutama dalam santun berbudaya dan lebih mengenal Nilai-nilai budaya serta adat istiadat yang ada di Kecamatan Merek. (Kiel/Bernas)



