DPRD Prov Sulbar

Jembatan Hinua Jebol , Ruslan .S.Sos Anggota DPRD Sulbar desak PU Prov Sulbar

Mamuju.Sulbar.Beritanasional.id –Warga desa Hinua kec Bonehau Kab Mamuju Prov Sulbar berharap kepada Pemerintah agar jembatan penghubung di wilayah mereka segera diperbaiki. Karena telah menelan korban jiwa diakibatkan kondisi Jembatan yang terbangun dengan bahan kayu tersebut pijakan mulai rapuh dan sebagian besar telah jebol.

Kondisi Jembatan kayu  di desa Hinua kec Bonehau , penghubung akses telah jebol , licin , lapuk dimakan rayap dan telah menelan korban jiwa

Kondisi jembatan kayu yang panjang ini , sudah sangat memprihatinkan dan harus segera dibangun oleh pemerintah karena tidak hanya merupakan salah satu akses lintasan angkutan umum akan tetapi juga akses penghubung kebutuhan hasil bumi antar dua wilayah juga tersendat akibat kerusakan di jembatan itu. “Hasil bumi sangat besar potensinya sekarang terhenti, kami inginnya pembangunan utuh dari nol persen, pembangunan ingin di beton agar kuat. Kami sangat memohon jembatan itu bisa segera diperbaiki,” ucap Adi salah satu warga Hinua pengguna akses

Anggota Dprd Prov Sulbar Ruslan . S.Sos dari Komisi III , Fraksi PDIP mengetahui hal tersebut langsung mengambil langkah , melakukan koordinasi dengan pihak terkait yakni Dinas PU Prov Sulbar

Dalam koordinasinya anggota Dprd faksi PDIP ini mendesak agar Dinas PU segera mengambil langkah untuk melaksanakan pembangunan jembatan kayu yang tak layak di jadikan akses jalan angkutan umum dan hasil bumi masyarakat pengguna jembatan di Hinua , karena beberapa bagian dari jembatan telah jebol dan mulai lapuk dan licin pada pijakan jembatan , terlebih jembatan tersebut telah menelan korban jiwa .Tegas Ruslan .

Kadis PU Prov Sulbar , menanggapi hal tersebut , mengatakan ” akan segera menindak lanjuti dan selanjutnya akan menyurat Ke Sekda Prov , agar ditangani melalui dana covid 19, dan mudah mudahan langsung disetujui oleh BPKBD penganggarannya dan besok kami ajukan ( Hari ini – red ) , Ucap Ruslan memgutip ucapan Kadis PU .

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close