Nusa Tenggara Timur

Kampus di NTT Meningkat Pesat, Undana Pimpin Daftar Webometrics 2025

BeritaNasional.ID, KUPANG — Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam dunia pendidikan tinggi Indonesia. Dalam pemeringkatan terbaru yang dirilis oleh Webometrics pada 17 Juli 2025, Undana berhasil meraih peringkat ke-126 secara nasional, naik signifikan dari posisi ke-133 pada edisi Juli tahun sebelumnya.

Capaian ini tidak hanya menandai peningkatan performa digital dan akademik Undana, tetapi juga mengukuhkan posisinya sebagai perguruan tinggi terbaik di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Webometrics Ranking of World Universities dikenal luas sebagai pemeringkatan independen yang mengukur kualitas dan daya saing perguruan tinggi berdasarkan kehadiran digital, keterbukaan akademik, serta visibilitas global. Tidak seperti pemeringkatan konvensional yang berfokus semata pada jumlah publikasi atau kinerja administratif, Webometrics menilai sejauh mana institusi mampu menjangkau dunia melalui publikasi ilmiah terbuka, kutipan akademik, dan keterhubungan digital.

Data untuk pemeringkatan ini dikumpulkan sejak Januari hingga Juli 2025 dan dianalisis menggunakan model penilaian komposit yang mencerminkan keberimbangan antara pengaruh daring dan kualitas akademik.

Peningkatan peringkat Undana tahun ini menunjukkan bahwa kampus tersebut terus berbenah dan beradaptasi dengan tuntutan zaman, khususnya dalam mengembangkan transformasi digital yang mendorong keterbukaan dan visibilitas ilmiah. Ini menjadi sinyal positif bagi seluruh civitas akademika Undana untuk terus memperkuat budaya riset dan publikasi, serta memperluas kerja sama internasional yang mampu meningkatkan eksistensi institusi di kancah global.

Selain Undana, sejumlah perguruan tinggi lain di NTT juga menunjukkan geliat peningkatan dalam pemeringkatan nasional. Universitas Timor (Unimor) di Kefamenanu tercatat berada di posisi kedua di tingkat provinsi dan menempati peringkat nasional ke-206. Universitas Muhammadiyah Kupang menyusul di peringkat 244, sedangkan Politeknik Pertanian Negeri Kupang berada di urutan ke-328. Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang menempati peringkat 393 nasional, sementara Universitas Kristen Wira Wacana di Sumba menyusul di posisi ke-448.

Di bawahnya, Universitas San Pedro Kupang tercatat di peringkat 545 nasional, diikuti Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng di peringkat 611. Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang mengalami peningkatan signifikan dengan menempati peringkat nasional ke-729, dan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang berada di urutan ke-932 nasional.

Pencapaian ini menegaskan bahwa pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Timur tengah bergerak menuju arah yang positif, dengan peningkatan mutu akademik, keterbukaan informasi, serta penguatan sistem digitalisasi kampus. Dalam konteks ini, Webometrics berperan penting sebagai pemicu bagi institusi pendidikan tinggi untuk tidak hanya fokus pada pengajaran, tetapi juga meningkatkan keterlibatan dalam produksi dan diseminasi pengetahuan yang terbuka serta berdampak.

Webometrics sendiri menegaskan komitmennya terhadap standar etika tinggi dalam proses pemeringkatan. Praktik-praktik manipulatif seperti pembuatan tautan buatan, penggunaan konten duplikat, atau taktik optimasi mesin pencari yang tidak etis akan mendapat sanksi tegas, termasuk kemungkinan penghapusan dari daftar peringkat. Hal ini menunjukkan bahwa pemeringkatan ini tidak semata-mata dapat dikejar dengan strategi teknis, tetapi membutuhkan dedikasi jangka panjang dalam membangun reputasi akademik dan digital yang kredibel.

Meski begitu, Webometrics juga mengakui adanya keterbatasan dalam metodologinya, seperti ketergantungan pada ukuran institusi dan output akademik yang cenderung menggeneralisasi berbagai jenis perguruan tinggi. Namun, dengan terus dilakukannya pembaruan metodologi secara berkala, Webometrics tetap menjadi salah satu tolok ukur penting yang mampu memotret dinamika dan transformasi dunia pendidikan tinggi, khususnya dalam era digital yang menuntut keterbukaan, kolaborasi, dan kompetensi global.

(Alberto)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button