AgamSumatera Barat

Kejelasan Kasus SPPG Sportcenter Dipertanyakan, Kordinator BGN Korwil Agam dan Pemilik/Mitra SPPG Bungkam ketika Dikonfirmasi Media, Ada apa…?

Beritanasional.id, Agam Sumbar – Kejelasan status Kasus SPPG Sportcenter di Jorong IV Surabayo Nagari Lubuk Basung Kabupaten Agam Sumatera Barat kembali di pertanyakan, pasalnya sejak ditemukannya sarung tangan didalam ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari Kamis tanggal 16 April 2026 lalu, hingga saat ini belum ada kejelasan penyelesaian kasus tersebut.
Hal ini dikatakan Kepalas Sekolah SMAN 2 Lubuk Basung, Zulkifli, S.Pd, M.Pd ketika dikonfirmasi media online Beritanasional.id diruang kerjanya, Rabu (13/05/26).
“Kami sudah 3 kali mengubungi SPPG Sportcenter, namun mereka mengatakan kasusnya belum selesai dan masih dalam penyelidikan Polres Agam”, ujar Zulkifli.
Sebenarnya kata Zulkifli, kami dari SMAN 2 Lubuk Basung tidak menolak MBG ini, tapi setelah terjadinya kasus sarung tangan dalam ompreng MBG, maka kami perlu meminta pihak SPPG membuat surat pernyataan bahwa kasusnya sudah selesai, dan berjanji akan mengantarkan MBG sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan dan insiden seperti yang kemaren tidak akan terulang lagi.
“Cuma surat pernyataan itu yang kami minta dari SPPG, kemudian MBG sudah bisa diantarkan kembali MBG ke SMAN 2 Lubuk Basung”, imbuh Zulkifli lagi.
Hal ini kami lakukan sambung Zulkifli, sebagai bentuk komitmen dari SPPG Sportcenter agar benar-benar melakukan pengawasan terhadap karyawannya dan mengantarkan MBG yang higeinis sesuai dengan standar gizi.
MBG ini kami butuhkan, karena sebagian siswa – siswa dan orang tua murid masih berharap ada pengantara MBG kembali , namun tentu harus sesuai dengan komitmen yang telah kita bicarakan dengan SPPG Sportcenter, seperti, surat pernyataan dan jaminan MBG yang higienis.
“Jika SPPG sportcenter sudah tidak sanggup lagi tolong berikan penjelasan, karena sudah hampir sebulan sejak terjadinya kasus ini belum juga ada penjelasan dari pihak SPPG Sportcenter”, tegas Kepsek yang notabene anak nagari lubuk basung ini.
Terkait dengan hal tersebut diatas media ini mengkonfirmasi kepada pemilik/mitra SPPG Sportcenter, Yunaldi Rabu (13/05/26). Begini kronologis pertanyaannya ;
Assalamualaikum… Ijin korfirmasi Pak Yunaldi.. . Terkait penemuan sarung tangan di ompreng SPPG Sport Center milik Bapak pada tanggal 16 April 2026 kemaren itu.., apakah sudah selesai kasusnya pak…? bagaimana hasil penyidikan Polres Agam pak…, dan bagaimana kelanjutannya… ?
Namun Bapak Yunaldi memilih bungkam alias tidak menjawab pertanyaan dari media…, ada apa…..???
Sementara itu, Kordinator BGN Wilayah Kabupaten Agam, Yoza ketika dihubungi media ini pada hari Rabu (13/05/26) via WhatsAppnya memilih bungkam. Begini kronologis pertanyaannya ;
Assalamualaikum… Ijin korfirmasi Buk Yoza… Terkait penemuan sarung tangan di ompreng SPPG Sport Center milik Bapak Yunaldi tanggal 16 April 2026 kemaren itu.., Bagaimana kelanjutan kasusnya Buk Yoza….? Apakah ada sanksi yg dikenakan kepada SPPG tersebut….?, Bagaimana hasil penyidikan Polres Agam Buk…, dan bagaimana tindak lanjutnya dari BGN terkait hal ini buk… ? Terimakasih. Namun Kordinator BGN Wilayah Kabupaten Agam ini juga memilih bungkam.
Ditempat terpisah, Ketua LSM Garuda Nasional Indonesia Wilayah Sumbar, Rahmatsyah ketika ditemui media ini, Kamis (14/05/26) sangat menyayangkan sikap yang tidak jelas yang ditunjukkan SPPG Sportcenter.
“Seperti yang sudah dikatakan oleh Kepala SMAN 2 Lubuk Basung, beliau cuma meminta surat pernyataan / komitmen dari pihak SPPG yang menyatakan kasus ini sudah selesai dan akan mengantarkan MBG yang higienis sesuai dengan standar gizi untuk kesehatan ke SMAN 2 Lubuk Basung, kan itu gampang…, kenapa lama sekali….?”, ulas Ketua LSM Garuda NI ini yang akrab dipanggil Bj. Rahmat ini.
Seharusnya SPPG Sportcenter kooperatif, pihak yang jadi korban (SMAN 2 Lubuk Basung) saja sudah mau menerima, namun tentu berdasarkan syarat yang telah disepakati sebelumnya yakni ; surat pernyataan perkara sudah selesai dan komitmen pengantara MBG yang higienis sesuai standar gizi untuk Kesehatan.
Dilanjutkan Bj. Rahmat, kenapa susah sekali, ini sudah hampir sebulan loo…., ada apa dengan SPPG Sportcenter….?
“Kami berharap, agar pemilik/mitra SPPG Sportcenter kooperatif dalam penyelesaian masalah ini, karena ini menyakut 3.300 siswa yang ada di SMAN 2 Lubuk Basung, kalau tidak sanggup lagi mengantar MBG, katakana saja, biar pihak sekolah bisa mencari solusi yang lain”, ungkap Bj. Rahmat.
Kepada BGN Wilayah Kabupaten Agam kami bertanya sambung BJ. Rahmat, apakah tidak ada sanksi terhadap SPPG yang telah lalai dalam menjalankan tugasnya…?
“MBG ini kan merupakan program Presiden RI, Prabowo Subianto untuk membantu masyarakat, maka dari itu pelaksanaannya harus sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan. Jangan sampai pelaksanaannya diluar aturan yang menyebabkan program ini tidak lancar”, pungkas Bj. Rahmat.
Sampai berita ini diturunkan, pemilik/mitra dari SPPG Sportcenter, Yunaldi dan Kordinator BGN Wilayah Kabupaten Agam, Yoza tidak memberikan jawaban/keterangan kepada media ini alias bungkam. (RieL)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button