Lumajang

Kelangkaan Disengaja, 1.000 Tabung LPG Ditimbun, Lima Pangkalan Diduga Bermain Harga

BeritaNasional.ID LUMAJANG JATIM – Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan praktik penimbunan LPG 3 kg yang kini meresahkan masyarakat, mulai menemui titik terang pasalnya ada sejumlah pangkalan yang di duga sengaja menimbun serta bermain harga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) Kamis (09/04/2026) saat rapat koordinasi bersama agen pangkalan LPG via zoom seluruh Kabupaten Lumajang.

Berdasarkan Hasil penelusuran pemerintah daerah menemukan sejumlah pangkalan menimbun lebih dari 1.000 tabung kosong, sementara pangkalan lain tercatat menahan 500 tabung.

“Ini titik masalahnya. Mereka menimbun, baru dijual dua hari kemudian dengan harga Rp30-35 ribu,” ungkapnya 

Menurutnya, praktik penimbunan ini dilakukan sengaja untuk memanfaatkan kepanikan masyarakat menjelang kebutuhan penting, termasuk Lebaran. Harga LPG pun melambung jauh di atas harga resmi, bahkan ada warga yang mengaku rela membayar mahal asalkan tabung tersedia.

Ia memastikan, setidaknya lima pangkalan terlibat dalam praktik penimbunan dan menaikkan harga LPG 3 kg.

“Ini perhatian serius bagi semua yang memiliki kewenangan terhadap distribusi LPG 3 kg. Kita tidak bisa membiarkan hak masyarakat dirugikan,” jelasnya.

Ditempat yang sama Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma berharap Aparat penegak hukum melakukan tindakan tegas kepada pelaku yang masih melakukan penyalahgunaan LPG 3 Kg.

“Saya harap pak Kapolres, pak Dandim, para pasukan yang ada segera di kerahkan kalau ketemu wajib di kasih tindakan yang tegas,” harapnya 

lebih jauh, mas Yudha wakil Bupati Lumajang mengatakan rapat saat ini yang di laksanakan bukan hanya sebagai seremonial akan tetapi Benar-benar bisa menjadi langkah untuk menyelesaikan kelangkaan gas LPG 3 Kg yang di rasakan masyarakat Lumajang.

“Kami tidak mau ini hanya seremonial saja tapi Benar – benar di rasakan oleh masyarakat Lumajang, sehingga kelangkaan ini segera selesai,” ujarnya 

(red)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button