Sulbar

Ketua DPRD Polman : Pemkab Harus Segera Evaluasi Kinerja RSUD

Polman.sulbar.Beritanasional.id –Kasus meninggalnya Bayi dari Ibu AN (29) terduga terpapar Covid-19, imbas dari pelayanan yang tidak Maksimal di RSUD Polman .Dimana AN harus rela kehilangan bayi setelah beberapa waktu merasakan sakit sambil menunggu Sisrute RS Rujukan dan keputusan Operasi sesuai SOP penanganan Covid -19 , mendapat cekaman dari berbagai pihak

Menyikapi hal ini ketua DPRD Polman H. jupri Mahmud angkat bicara setelah sebelumnya di hari kejadian melakukan Sidak di RSUD Polman terkait meninggalnya bayi AN .

Kali ini Ketua Dprd Polman .H.Jupri Mahmud meminta angar pihak Pemerintahan Kab Polman agar segera melakukan evaluasi terhadap kinerja RSUD Polman. Hal ini disampaikan saat media menyambangi Ketua Dprd di kantor Dprd Polman . Senin 29 Juni

Ketua Dprd Polman H. Jupri Mahmud mengatakan Pelayanan yang dilakukan oleh pihak RSUD Polman dinilai tidak maksimal dan memiliki SOP ganda , pasalnya
Harusnya sejak awal penanganan Ibu Hamil ( AN ) yang diduga terpapar covid-19 , harus segera mendapatkan layanan operasi persalinan karena kondisi Ibu Hamil ketuban telah pecah ,tidak menolak menangani dengan alasan ketidaksiapan alat dan ruang operasi bagi pasien Ibu Hamil Covid-19 .

Tapi malah pihak RSUD Polman masih melakukan sisrute ke RS Wahidin dan Parepare , namun karena RS Wahidin dan Parepare jawabannya penuh , maka pihak RSUD Polman merujuk pasien ke RS Regional Mamuju , RS rujukan langsung Kemenkes tanpa koordinasi yang jelas .

Akhirnya Pasien Bumil yang dirujuk ke RS Regional Mamuju , harus menerima nasib kembali lagi ke RSUD Polman dengan alasan Pihak RS Regional tidak siap melakukan operasi dan tidak ada koordinasi sisrute .

Pasien yang awalnya enggan ditangani lebih lanjut oleh pihak RSUD Polman dengan alasan tidak siapnya alkes dan ruang operasi ibu Hamil terpapar covid -19 , baru mengambil keputusan melakukan operasi setelah pasien ditolak RS Regional dan terpaksa kembali ke RSUD Polman dengan waktu tempuh perjalanan yang berjam-jam , Kenapa tidak dari awal masuknya pasien Pihak RSUD Polman mengambil tindakan operasi jika toh Operasi yang dilakukan tidak dengan SOP Penanganan Covid-19 ,ucap Jupri Mahmud Kesal .

Lanjut Jupri menambahkan , Pihak RSUD tidak memiliki kesiapan antisipasi jauh sebelumnya , menjaga kemungkinan jika terjadi hal semacam ini , adanya ibu Hamil yang terpapar Covid-19 .

Harusnya pihak RS mengajukan permohonan alkes ,dan ruang operasi bagi ibu hamil terpapar Covid-19 , apa lagi anggaran Penanganan Covid-19 masih ada tersisa karena dari 132 M , baru digunakan 6,8 M , kenapa anggaran ini tidak digunakan , mau diapakan ini anggaran, Tegas Jupri .

Selain itu Tim gugus penangan covid-19 juga dinilai tidak kerja maksimal , tidak memiliki langkah antisipasi , harusnya Tim Gugus kerja memikirkan semua hal – hal yang tidak terduga yang bakal terjadi terkait Covid-19 .

Selaku Ketua Dprd Polman , meminta kepada pihak Pemkab Polman untuk segera melakukan evaluasi terhadap kinerja RSUD Polman , karena RS harus ditangani oleh leader yang paham dengan mekanisme RS , apa yang dibutuhkan RS termasuk langkah -langkah antisipasi sebelum terjadi suatu masalah , apa lagi menyangkut nyawa.” Tegas Jupri

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close