DaerahReligi

Ketua Paguyuban TTU-Kupang Berharap Pesparani II Jadi Ajang Persatuan Umat Beragama

BeritaNasional.ID-Kupang NTT,- Masyarakat Timor Tengah Utara (TTU) yang tergabung dalam Paguyuban TTU-Kupang yang berdomisili di Kota Kupang, Provinsi NTT siap mendukung pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) tingkat II pada bulan September 2022.

Dalam rangka itu, Paguyuban TTU-Kupang telah melakukan pertemuan dalam rapat koordinasi dengan Panitia Pesparani II Tingkat Provinsi NTT pada Sabtu, 20 Agustus 2022, serta para Ketua Paguyuban yang ada di Kupang dalam rangka menyukseskan kegiatan tersebut.

Selain itu, Paguyuban TTU-Kupang juga siap menyambut kedatangan kontingen dari Kabupaten Timor Tengah Utara yang akan berlomba di kegiatan Pesparani tersebut.

Hadir dalam rapat tersebut adalah Mikhael Feka.,SH.,MH, Ketua Paguyuban TTU Kupang, didampingi oleh Sekretaris Paguyuban TTU-Kupang Inosentius Naitio, S.Pd.

Mikhael Feka yang dikonfirmasi awak media ini, mengatakan siap mendukung Pesparani II tingkat Provinsi NTT, dan siap menerima kontingen TTU yang akan mengikuti lomba tersebut. “Kita siap bersama Panitia Pesparani menjemput kontingen untuk daratan Timor titik kumpulnya di Taman Doa Oebelo dan selanjutnya konvoi ke Kota Kupang tempat acara. Kita siap memberikan yang terbaik buat kontingen TTU yang akan mengikuti lomba”, katanya.

Seluruh personil pendukung acara penjemputan akan segera disiapkan, untuk mendukung panitia pelaksana Pesparani tingkat Provinsi NTT itu.

Feka, berharap agar Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional II menjadi wadah kolaborasi masyarakat dari berbagai agama. Ini penting sebagai perekat persatuan bangsa. Kehadiran kelompok dengan pemikiran keagamaan yang eksklusif dan ekstrim memicu ketegangan antar umat beragama.

Itu sebabnya, Feka menekankan pentingnya moderasi beragama di masyarakat. Moderasi beragama diyakini sebagai permulaan solusi atas masalah sosial keagamaan. Moderasi beragama juga mendorong rasa menghargai terhadap keberagaman.

”Saya harap agar kerja sama, sinergi, dan kolaborasi para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lembaga keagamaan semua agama, termasuk lembaga Pesparani, untuk terus menjaga, merawat, dan melestarikan keberagaman itu,” katanya. (*)

 

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button