JabotabekNasionalRagam

Komisi VI : Pembebasan Lahan Tol Probowangi Jangan Sampai Dimanfaatkan Kepentingan Politis

BeritaNasional.ID,JAKARTA – Ditunjuk sebagai ketua Tim Kunjungan Kerja Kunker Spesifik ( Kunspek) Komisi VI DPR RI dalam pembahasan pembangunan jalan Tol PROBOWANGI ( Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi) ir. H.M. Nasim Khan Menyampaikan Komisi VI DPR RI sengaja turun menjemput bola untuk kesuksesan pembanguna jalan tol.

Hal itu diutarakan Nasim Khan dalam pertemuan kunspek komisi VI bersama para Direksi pelaksana diantaranya PT Jasa Marga (persero) Tbk, PT Hutama Karya (persero), PT PP(persero) Tbk, PT Wijaya Karya (persero) Tbk, PT Wakita Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (persero) Tbk, dan PT Jasa Raharja (persero) bertempat di Taman Dayu Pandaan Jawa Timur. Senin 23/11/2020.

“Dalam hal ini saya di tunjuk sebagai Ketua tim kunjungan di masa sidang kedua bersama kementrian BUMN dan kemitraan tol PROBOWANGI, proyek ini adalah proyek jalan Tol terpanjang di pulau jawa yaitu sepanjang 171,516 kilometer yang terbagi menjadi tiga sesi, Sesi 1 Probolinggo-Besuki 29,6 kilometer, Sesi 2 Besuki-Bajulmati 110,875 kilometer dan Sesi 3 Bajulmati-Ketapang 31,041 kilometer,’’ Ungkap Nasim Khan.

Nasim Khan Menuturkan Kunspek Komisi VI tersebut membahas sejauh perkembangan dan permasalahan akibat ditundanya pengerjaan akibat Covid-19 dan permasalahn lain terutama pembebasan lahan.

“Permasalahan yang ada sebelumnya kita bahas di banggar DPR dan Kementrian yang akhirnya disepakati pemberian dana talangan Rp 2 trilyun karena keterlambatan/mundurnya pengerjaan akibat situasi covid-19, awalnya Tol Probowangi diproyeksikan sebesar Rp 23 Trilyun namun kini membengkak menjadi Rp 32 Trilyun lebih, salah satu penyebab mundurnya proyek ini, karena menunggu Finishnya Pembanguan Pasuruan – Probolinggo,” Tutur wakil Rakyat dari Dapil III Banyuwangi, Situbondo Bondowoso tersebut.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itupun mengaku sebelum Kunspek, dirinya sempat berkoordinasi dan meminta masukan dari Bupati Situbondo H.Dadang Wigiarto untuk menyatukan misi terutama dalam pembebasan lahan rakyat agar proyek pembanguna jalan Tol bisa berjalan dengan lancar dan tidak terjadi Delay.

“Pembebasan lahan sesi 1 yakni Probolinggo – Besuki pembebasan lahan sudah berjalan sekitar 21 %, untuk sesi 2 yaitu Besuki – Bajulmati masih 0 koma sekian persen, kita harapkan pembebasan tanah rakyat disitu sesuai NJOP dan standart pasaran yang layak, jangan sampai kita terjebak provokasi atau calo,” harapnya.

Nasim Khan juga berharap dalam pelaksanaan pembebasan lahan nantinya, Pemerintah kabupaten bisa berkomunikasi dengan baik kepada masyarakat, dirinya juga tidak ingin pembebasan lahan dimanfaatkan untuk hal politis oleh orang atau kelompok tertentu.

“Sebagai wakil rakyat sesuai fungsi nya , saya akan tetep mengawasi , apalagi ini Dapil saya dimana sejak awal roadmap plane kita juga mengawal agar jalan tol ini melewati Kabupaten Situbondo yang natinya saya yakin akan menjadi Tol terindah se Indonesia bahkan se Dunia karena melewati pegunungan, pinggir pantai dan savana satwa alam liar,” lanjutnya.

Lebih Lanjut dalam Kunspek tersebut dirinya menyampaikan hasil koordinasi dengan Bupati Situbondo, diharap Tol probowangi bisa dikelola bersama UMKM lokal sesuai dengan UU cipta kerja yaitu memberdayakan dan mengembangkan UMKM.

“Exit tol di Situbondo awalnya Cuma 3 titik, Pemkab Situbondo menginginkan 4 empat Exit penambahan dalam kota, tapi kita usulkan 5 exit tol, Alhamdulilah PT Jasa Marga sudah sepakat di exit tol atau rest area 30 persen itu untuk pengembangan UMKM,” Ucapnya.

Adapun 5 titik Exit Tol yang diusulkan Komisi VI yaitu Exit 1 Besuki akses ini bisa menuju arak-arak Bondowoso dan Pasir putih, Exit 2 langsung ke Wisata Pantai Pasir Putih, exit ke 3 area kota sekitar Kecamtan Panji, exit ke 4 di Asembagus – Curah Kalak Jangkar.

“Untuk menunjang program pemerintah, Presiden memberikan bantuan pengembangan wisata Ijen dari Kayumas sebesar RP 250 Miliar itu sudah tertuang di Perpres no 80, Exit ke 4 ini adalah akses menuju lingkar Wisata Ijen , exit tol ke 5 di Bajulmati untuk akses Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo dan Taman Nasional Baluran sendiri sudah ada kontrak dengann swasta yaitu pengembangan Taman Nasional Persada yang sudah mau investasi sekitar RP 2 Trilyun,” Jelasnya.

Pembangun sesi 1 Probolinggo – Besuki akan dikerjakan oleh KSO PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, sesi 2 Besuki – Bajulmati dikerjakan oleh KSO PT Adhi Karya (Persero) Tbk-PT Nindya Karya (Persero) dan PT Brantas Abipraya (Persero). Sedangkan sesi 3 Banyuwangi akan dikerjakan oleh KSO PT PP (Persero) Tbk dan Gorip Nanda Guna.

Kunspek Komisi VI DPR RI ke Jatim ini diikuti sejumlah Anggota Komisi VI DPR RI, seperti ketua tim Ir.H.M Nasim Khan (F-PKB), Singgih Jauar Atmoko (F-PG), H.M Idris Laena (F-PG), Doni Akbar.SE (F-PG), Henrik Lawerissa (F-Gerindra), Supratman Andi Agtas (F-Gerindra), H. Subardi (F- Nasdem), Mohammad Toha (F-PKB), H.Anton Sukartono Suratto (F-PD), Hj. Melani Leimana Suharli (F-PD), Hj, Nevi Zuairina (F-PKS), Daeng Muhammad (F-PAN)dan Abdul Hakim B (F-PAN),

Show More

Related Articles

Back to top button