Metro

Komisi X DPR RI Kunker Panja Ekraf ke Bali

Beritanasional.id, Bali – Selama tiga hari, 20 sampai 22 November 2020, Komisi X DPR RI, dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi Agustina Wilujeng (PDIP), melakukan Kunjungan Kerja Panja Penguatan Ekonomi Kreatif di Bali. Fraksi PKB diwakili oleh Amure, Andi Muawiyah Ramly, Dapil Sulsel II.

Kunker Panja ini penting karena Ekonomi kreatif telah menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Data OPUS Ekonomi Kreatif tahun 2019 menunjukkan tahun 2018 ekonomi kreatif Indonesia berkontribusi sebesar Rp 1.105 triliun terhadap PDB nasional. Kondisi ini membuat Indonesia berada di posisi ketiga setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan dalam jumlah kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB negara.

Kabar ini tentu sangat menggembirakan mengingat DPR RI telah mengesahkan Undang-undang Nomor 24 tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.

Selain itu, merujuk laporan Kemenparekraf/Baparekraf RI sebelum Covid-19 melanda, bahwa bidang ekonomi kreatif tahun 2020 memiliki potensi yang sangat baik. Total potensi devisa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sekitar USD44 miliar (sektor pariwisata USD21 miliar, sektor Ekraf USD23 miliar). Data BPS menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi kreatif mencapai 5,07% pada 2018 dan pada tahun 2019 mencapai 5,10%. Ini artinya, selain faktor penguasaan ilmu pengetahuan (sains) dan teknologi, pengembangan ekonomi kreatif menjadi hal mutlak yang harus didorong.

Namun, pandemi Covid-19 telah berimbas ke semua lini kehidupan, tidak hanya membawa dampak pada pelemahan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga turut melumpuhkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Beberapa permasalahan seperti pembiayaan dan pemasaran, pengembangan industri kreatif yang belum optimal menjadi permasalahan yang sesegera mungkin dicarikan jalan keluarnya. Mengingat, dampak pandemic Covid-19 sektor ekonomi kreatif begitu nyata. Oleh karena itu, diperlukan sejumlah terobosan demi mendorong UMKM Ekraf untuk go digital salah satunya.

Dalam kunjungan dan dialog bersama Walikota Denpasar diwakili Sekda Kota Denpasar dan aparat terkait pendukung Ekraf.

Amure melakukan pendalaman materi bagaimana Pemda, Walikota, Dinas Koperasi, Dinas Perindustrian mengatasi berbagai dampak ekonomi kreatif di tengah Pandemi Covid 19.

Beberapa informasi patut disyukuri karena sejak awal, Maret 2020 Pemda Kota Denpasar sudah melakukan berbagai inisiasi di antaranya melakukan Denpasar Festival dengan platform digital, membangkitkan semangat UMKM, juga musisi lewat pelatihan virtual, fasilitasi berbagai sektor komunitas, pinjaman perbankan dan pelibatan Akademisi, tenaga profesional pendampingan dan assosiasi Ekraf di Bali. Hasilnya keterpurukan sedikitnya bisa mengatasi persoalan Ekraf di Bali. Hs

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close