Nasional

KPK Panggil Menteri ESDM Dan Idrus Marham

BeritaNasional.ID Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil eks Menteri Sosial Idrus Marham dan Menteri ESDM Ignasius Jonan. Mereka akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 untuk tersangka Direktur Utama PLN nonaktif, Sofyan Basir.

“Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka SFB (Sofyan Basir),” ucap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Rabu (15/5/2019).

Selain Idrus dan Jonan, lanjut Febri, penyidik KPK juga memanggil tiga saksi lainnya. Mereka ialah Senior Vice President Legal Corporate PLN Dedeng Hidayat, Direktur Bisnis Regional Jawa bagian timur, Bali dan Nusa Tenggara Djoko R Abumanan, Direktur Bisnis Regional Jawa bagian tengah Amir Rosidin.

Meski begitu, Jonan dikabarkan tak dapat hadir dalam pemeriksaan hari ini lantaran tengah menjalani tugas negara. KPK pun akan menjadwalkan pemanggilan ulang untuk Jonan.

“Saya baru mendapatkan informasi ada surat dari pihak Kementerian ESDM tidak bisa memenuhi panggilan penyidik besok pada hari Rabu karena sedang ada pelaksanaan tugas atau perjalanan ke luar negeri,” kata Febri, Selasa (14/5/2019).

Sebelumnya, KPK resmi menatapkan Sofyan sebagai tersangka dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1. Sofyan diduga membantu anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar nonaktif, Eni Maulani Saragih, dkk menerima hadiah atau janji dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo.

Atas itu, Sofyan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP atau Pasal 56 ayat 2 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Terkait perkara ini, mantan Menteri Sosial, Idrus Marham, pun baru saja divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 3 tahun penjara. Bukan cuma itu, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar tersebut juga dikenakan denda Rp150 juta subsider 2 bulan kurungan.

Dalam putusannya, majelis hakim Pengadilan Tindap Pidan Korupsi (Tipikor) Jakarta menyatakan, Idrus terbukti menerima suap bersama-sama dengan Eni Maulani Saragih.

Eni pun telah divonis 6 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 2 bulan kurunngan. Selain itu, ia juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp5,87 miliar dan 40 ribu dolar Singapura.

Sedangkan Johanes Budisutrisno Kotjo selaku terdakwa pemberi suap diperberat hukumannya oleh Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menjadi 4,5 tahun penjara. Bukan cuma itu, Johanes juga diwajibkan membayar denda Rp250 juta subsider 6 bulan kurungan. (dki1/bn)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close