Kalimantan

Kronologi Laka Tenggelam di Sungai Ensayang Kecamatan Nanga Mahap

BeritaNasional.ID, Sekadau – Telah terjadi peristiwa laka tenggelam di Sungai Ensayang, dusun Nanga Ensayang Desa Karang Betung kecamatan Nanga Mahap yang dialami oleh korban, Sonet, (62) warga Desa Karang Betung kecamatan Nanga Mahap.

Kejadian tersebut terjadi pada hari Selasa (14/7) sekira pukul 07.00 WIB, korban bersama kedua anaknya Rani (19), Antek (29) dan keponakannya Rusia (45) pergi ke ladang, berjarak kurang lebih 3 km dari rumahnya. Dengan jalur air melewati Sungai Ensayang menggunakan sampan.

Pukul 14.30 WIB siang, selesai berladang mereka hendak kembali pulang ke rumah dengan sampan. Sekitar 30 menit perjalanan, sampan tiba tiba karam akibat menabrak dahan pohon Sengkuang. Debit air sungai saat dilewati pasang dan berarus deras.

Kedua anak korban dan keponakannya sempat menyelamatkan diri ke tepi sungai, karena arus sungai deras, mereka tidak sempat memberikan pertolongan kepada korban yang tidak bisa berenang.

Korban terbawa arus sungai, kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada keluarga. Kemudian sekitar 40 orang warga mencari korban dengan menggunakan 4 buah sampan, menyusuri sungai Ensayang, hingga pukul 17.30 WIB, korban tidak ditemukan.

Selanjutnya keluarga dan warga memutuskan untuk kembali ke Dusun Nanga Ensayang karena kondisi air sungai yang masih sangat deras dan membahayakan.

Paginya, Rabu (15/7) pukul 06.00 WIB, pencarian kembali dilakukan dengan menyusuri sungai Ensayang namun korban belum juga berhasil ditemukan.

Pukul 10.00 WIB pencarian dilakukan dengan menyusuri sungai Kenyabur. Pada pukul 15.00 WIB korban ditemukan di Teluk Mawang Sungai Kenyabur yang berjarak kurang lebih 5 km di hilir sungai dari tempat kejadian korban tenggelam.

Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan tubuh tertimbun pasir di sela – sela akar pohon, hanya bagian kaki korban yang terlihat di atas permukaan air sungai. Selanjutnya korban dievakuasi dan segera dibawa ke Dusun Nanga Ensayang.

Petugas kepolisian Polsek Nanga Mahap telah menyampaikan kepada pihak keluarga korban, untuk dilakukan bahwa terhadap korban perlu dilakukan Visum dan atau Otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban, namun Pihak keluarga korban menolak.

Dengan pertimbangan bahwa pihak keluarga telah mengetahui penyebab kematian korban yaitu karena tenggelam di sungai.

Kegiatan pengecekan di TKP tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek IPTU Ambril beserta 7 personel Polsek Nanga Mahap.

TKP Kejadian berada di sungai Ensayang, yang mana sungai tersebut merupakan salah satu jalur lalu lintas warga pergi ke ladang.(Aji Humas Polres Sekadau)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close