Sulawesi

Marasidin Siregar: Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Makassar Terbanyak di Sulsel

image_pdf

Beritanasional.Id-Makassar — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Makassar memiliki JFT Pembimbing Kemasyarakatan (PK) terbanyak di Sulawesi Selatan. Demikian disampaikan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sulawesi Selatan, Marasidin Siregar dalam kunjungan kerja ke Bapas Makassar, Rabu (13/02).

Marasidin Siregar didampingi JFT PK Madya, Hadian Eko dan Budi Hartoyo melakukan kunjungan ke Bapas Makassar untuk memberikan penguatan pada para JFT PK.

“Saat ini Bapas Makassar memiliki JFT PK terbanyak di Sulawesi Selatan. Bahkan Sulsel merupakan salah satu yang terbanyak di Indonesia,” kata Marasidin membuka arahannya.

Mantan Kalapas Kelas I Makassar juga berharap untuk meningkatkan integritas, kapabilitas dan dedikasi terhadap tugas-tugas.

“Jadi kami kesini ingin melihat adanya perubahan di Jajaran Pemasyarakatan. Kedepan kita-kita ini sudah harus berpikir untuk meninggalkan zona nyaman yang selama ini kita rasakan, sudah saatnya kita meningkatkan integritas, kapabilitas dan dedikasi terhadap tugas-tugas,” jelas Marasidin.

Ia juga meminta kepada seluruh yang hadir untuk dapat meminimalisir ataupun menghindari hal-hal yang bisa menjerumuskan dan membuat petugas pemasyarakatan terpuruk seperti pelanggaran hukum, pungli dan narkoba.

“Mari kita berkomitmen untuk menjadi petugas pemasyarakatan yang bersih, bebas dari hal – hal yang melanggar hukum,” ajaknya.

Terkait dengan pelaksanaan tugas PK/APK yang ada di Bapas Wilayah Sulsel, perlu dilakukan koordinasi dengan pihak Lapas dan Rutan sesuai dengan permen nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat yang mengakibatkan peningkatan jumlah penelitian kemasyarakatan oleh PK/APK.

“Salah satu hal yang membuat Litmas PK/APK akan meningkat karena di permenkumham tersebut mengharuskan narapidana yang ingin mendapatkan cuti bersyarat melamirkan laporan penelitian kemasyarakatan yang diketahui oleh Kepala Bapas,” ujar Marasidin.

PK/APK harus segera mengoptimalkan aktifitas dalam pembuatan litmas baik litmas awal sampai pada litmas akhir dalam proses pembimbingan untuk itu kompetensi, wawasan dan kemampuan para petugas harus senantiasa diasah dan dikembangkan.

Setelah memberikan pengarahan rombongan Kadiv Pas menyempatkan diri untuk melihat-lihat ruangan SDP dan ruang pembimbingan.

“Saya kira ruangan yang ada saat ini cukup nyaman, apalagi telah disiapkan tempat bermain untuk anak dan ruang menyusui untuk ibu,” ucapnya. *(Humas)

Show More

Related Articles

Close