Maluku

Menanggapi Tapal Batas Sengketa Wilayah, Ini Penjelasan Bupati Haltim

Beritanasional.ID, Halmahera Timur – Rapat pembahasan sengketa tapal batas (tanah bermasalah, red), antara Kecamatan Maba dan Kecamatan Wasile Selatan yang berlangsung di Ruang Aula Kantor Bupati Halmahera Timur (Haltim) dihadiri seluruh para kepala desa, dan tokoh adat di dua kecamatan tersebut, Senin (24/8/2020).

Rapat yang berlangsung itu dibuka oleh Bupati Haltim, Muh’Din. Bupati juga memandu pembahasan terkait permasalahan tapal batas antara Kecamatan Wasile Selatan dan Kecamatan Maba.

“Sebelum kita membahas lebih jauh soal pembahasan permasalahan tapal batas adakah dari kedua Kecamatan Wasile Selatan dan Maba, yang membawa dokumen (barang bukti, red) tanah bersengketa,” ujar Bupati saat pembahasan berlangsung.

Bupati juga menambahkan jika rapat hari keduanya tidak mempunyai dokumen lengkap, maka untuk menjelaskannya Bupati meminta dari keduanya masing-masing keterwakilan untuk dapat menyampaikan melalui historis.

Meskipun deberikan kesempatan pada seluruh masyarakat di dua Kecamatan Wasile Selatan dan Maba, Muh’Din meminta untuk dapat menjelaskan dari unsur penamaan gunung dan sungai berdasarkan historis dan akan kembali dicocokkan dengan peta, melalui data tim pengukuran, tapal batas wilayah desa atau kecamatan.

Dalam kesempatan itu Muh’Din memberikan kesempatan pada masyarakat Kecamatan Wasile Selatan untuk dapat menjelaskan melalui historis.

“Soal historis permasalahan itu mulai dari penamaan sungai, gunung diantara kali Mogodoro, kali Mei, Ake Sangaji dan Ake Jira, Sunagi Jawali, dan beberapa sungai besar yang ada di Kecamatan Wasile Selatan,” paparan warga saat dimintai penjelasan.

Sementara perwakilan dari masyakarat Kecamatan Maba, Desa Sualaipo, Muhammad Jurubasa menjelaskan keterangan bahwa apa yang saudara-saudara dari Kecamatan Wasile Selatan itu ada benarnya, ia mengatakan bahwa hal tersebut disampaikan oleh pamannya yang bermana Poco Batawi, pada tahun 1979, bahwa di kali (sungai) Ake Sangaji ada tempat yang dinamakan, dalam bahasa Maba, enfi hare’ne (bagus dan tidak bagus), ada lagi namakan ira’maira, ira’mabati. Dalam sejarah kali (sungai) Ake Sangaji saling temu baik dari desa di Kecamatan Wasile Selatan masuk ke Maba.

Meskipun pertemuan dari Kedua masyarakat Kecamatan Wasile Selatan dan Maba belum membuahkan hasil yang diharapkan oleh masyarakat atau untuk memutuskan keberatan dari permasalahan wilayah bersengketa.

Bupati pun mengatakan pihaknya akan kembali menelusuri bersama tim teknisi pengukuran wilayah tapal batas atau dengan waktu dekat ini jika ada yang mempunyai dokumen lengkap agar kembali berkomunikasi ke Pemda Haltim. (Riski Ismail)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close