Jawa TimurProbolinggo

Nisfu Sya’ban Jadi Momentum Introspeksi Diri Menjelang Ramadhan

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM – Malam Nisfu Sya’ban kembali dimaknai sebagai momentum refleksi dan pembersihan hati bagi umat Islam menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Di tengah keheningan malam, masyarakat diajak berhenti sejenak dari hiruk pikuk aktivitas duniawi untuk melakukan perenungan dan memperbaiki hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Nisfu Sya’ban dipahami sebagai waktu yang tepat untuk menyadari keterbatasan diri sekaligus menumbuhkan sikap kerendahan hati. Keheningan malam bukan sekadar ketiadaan cahaya, namun menjadi simbol kesadaran bahwa manusia tidak memiliki apa-apa tanpa pertolongan Sang Pencipta.

“Malam ini langit mungkin tidak lebih luas dari biasanya, tetapi rahmat Allah terasa lebih dekat dari urat nadi,” ujar Moehammad Thoyib Maulana, salah satu tokoh agama setempat, saat menyampaikan tausiyah dalam peringatan Nisfu Sya’ban.

Ia menjelaskan, Nisfu Sya’ban merupakan jeda spiritual sebelum Ramadhan yang menjadi undangan bagi setiap muslim untuk mengoreksi diri. Menurutnya, ada sejumlah pertanyaan mendasar yang patut direnungkan, seperti apakah hati sudah cukup bersih, apakah masih menyimpan dendam, serta apakah nama Allah lebih sering disebut dibandingkan keluhan atas persoalan hidup.

Lebih lanjut, masyarakat juga diingatkan untuk mulai melepaskan beban batin yang selama ini mengendap dalam diri, baik berupa dendam, ambisi berlebihan, maupun kecintaan terhadap dunia yang kerap membuat lupa pada tujuan hidup yang sesungguhnya.

Melalui momentum Nisfu Sya’ban ini, umat Islam diharapkan dapat mempersiapkan diri secara lahir dan batin agar dapat menyambut Ramadhan dengan hati yang lebih lapang, ikhlas, dan siap meningkatkan kualitas ibadah serta kedekatan kepada Allah SWT.

 

(Yul/Bernas)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button