Pelanggaran, PGRI Pendukung Ra Hamid Tidak Diundang
Dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD Tahun 2025-2029

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Perjuangan Ra Hamid untuk menjalankan visi dan misi harus extra kerja keras. Masalahnya, masih ada oknom pejabat yang berupaya agar visi dan misi tersebut tidak berjalan maksimal.
Salah satu indikasinya, Dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD Tahun 2025-2029, yang diundang PD PGRI yang tidak mendukung Ra Hamid dalam Pilbup kemarin. Maka bisa ditebak, siapa pelakunya, sehingga PD PGRI Ra Hamid tidak diundang dalam acara penting tersebut.
Ketua PD PGRI Kabupaten Bondowoso, Dr. Drs. H. Sugiono Eksantoso, MM mengatakan, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Hj. Haeriyah Yuliati, S.Sos, MM harus bertanggung jawab dalam masalah ini.
“Harusnya Disdik tidak mengundang salah satu PD PGRI dalam forum formal, karena sampai saat ini masih dalam sengketa. Terkecuali ada agenda terselubung, karena Haeriyah Yuliati dan PD PGRI sebelah pendukung kandidat sebelah,” kesal Sugiono, sapaannya.
Disamping itu, lanjutnya, Kadisdik itu harus berlatar belakang pendidikan, baik dari guru, Kepala Sekolah, maupun Pengawas. Berkomitmen dan mempunyai kemauan besar memperbaiki pendidikan di Bondowoso.
Agar pendidikan di Bondowoso tidak stagnan, mengalami perkembangan dan kemajuan serta memahami visi dan misi Bupati Ra Hamid. Salah satu visi dan misi Ra Hamid waktu kampanye menyampaikan bahwa ketika sekolah libur bulan romadhan, guru dipersilahkan untuk libur atau berkegiatan di rumah.
Tapi, kenyataannya, Kadisdik Haeriyah Yuliati memerintahkan guru dan Kepala Sekolah tetap masuk. Ini kan jelas sudah tidak mendukung, tidak mensupport yang menjadi visi dan misi Bupati Ra Hamid.
“Yang seperti ini (janji kampanye Ra Hamid, red), Haeriyah kan tidak tahu, karena tidak pernah ikut kampanye Ra Hamid. Sehingga ketika murid libur, guru harus tetap masuk. Apakah ini bukan pembusukan dari dalam?,” tanya Sugiono.
Dalam Open Biding nanti, silahkan siapa saja boleh mendaftar menjadi Kadisdik. Tidak harus dari Bondowoso, dari daerah lainpun kalau mengerti tentang pendidikan dan persoalan guru, sah-sah saja ikut open biding. (Syamsul Arifin/Bernas)



